Selasa, 07 April 2026

Lonjakan Kendaraan di Gerbang Tol, Operasi Ketupat 2025 Catat Peningkatan Arus Mudik Lebaran

Rabu, 02 April 2025 02:10 WIB
Lonjakan Kendaraan di Gerbang Tol, Operasi Ketupat 2025 Catat Peningkatan Arus Mudik Lebaran
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2025, Kombes Pol Jansen Avitus, memberikan keterangan pers terkait lonjakan volume kendaraan selama arus mudik Lebaran 2025.
Jakarta (buseronline.com) - Operasi Ketupat 2025 yang berlangsung pada Minggu (30/3/2025), mencatat lonjakan signifikan volume kendaraan di sejumlah gerbang tol utama seiring dengan meningkatnya arus mudik Lebaran. Ribuan kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta menuju berbagai daerah di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat, Kombes Pol Jansen Avitus mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 13.169 kendaraan keluar dari Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju Tol Trans Jawa, sementara hanya 2.595 kendaraan yang masuk kembali ke Jakarta.

Lonjakan serupa juga terlihat di GT Cikupa, dengan 4.400 kendaraan menuju Merak dan 5.332 kendaraan masuk ke Jakarta. Sementara itu, GT Ciawi mencatat 5.807 kendaraan keluar menuju Bogor, sedangkan 3.728 kendaraan masuk.

Di GT Kalihurip Utama yang mengarah ke Bandung, sebanyak 5.557 kendaraan tercatat keluar, sementara 2.164 kendaraan masuk kembali ke Jakarta.

Selain peningkatan volume kendaraan, laporan Operasi Ketupat 2025 juga mencatat 52 kasus kecelakaan lalu lintas selama periode mudik ini.

Dari jumlah tersebut, 32 kejadian terjadi di delapan Polda prioritas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 32 orang, tiga korban luka berat, 52 korban luka ringan, serta kerugian materiil mencapai Rp144.700.000.

Di 28 Polda lainnya, tercatat 20 kecelakaan dengan lima korban meninggal dunia, lima korban luka berat, 18 korban luka ringan, serta kerugian materiil sebesar Rp31.900.000.

Dalam upaya mengendalikan arus lalu lintas, pihak berwenang hingga saat ini masih belum memberlakukan sistem one way di KM 47 hingga KM 70 maupun sistem contraflow di KM 57 hingga KM 70.

Meski demikian, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas tetap diberlakukan sejak 24 Maret hingga 8 April 2025, kecuali untuk kendaraan yang membawa kebutuhan pokok, uang, hantaran ternak, dan barang khusus lainnya.

Guna meningkatkan keselamatan selama periode mudik dan arus balik, masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi fisik yang prima sebelum melakukan perjalanan, melakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh, serta menjaga jarak aman saat berkendara.

Pemudik juga disarankan untuk mengisi saldo uang elektronik guna memperlancar transaksi di gerbang tol. Untuk mendapatkan informasi arus lalu lintas secara real-time, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Google Maps agar perjalanan lebih terencana dan aman.

Pihak kepolisian dan instansi terkait terus berupaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung pada musim libur ini. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
komentar
beritaTerbaru