Jumat, 19 Juni 2026

Penyidik Harus Kedepankan Scientific Investigation Saat Tangani Perkara

Sabtu, 22 Juni 2024 01:24 WIB
Penyidik Harus Kedepankan Scientific Investigation Saat Tangani Perkara
Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto.
Jakarta (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta para penyidik mengutamakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) saat menangani perkara. Hal itu untuk mendapatkan bukti yang kuat.

“Menjadi penyidik yang profesional dan terhindar dari perbuatan menyimpang, mengedepankan scientific crime investigation dalam pengungkapan perkara, dalam pengungkapan perkara, bukti harus terang dari cahaya, lebih terang dari cahaya,” kata Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, seperti dilansir dari Humas Polri.

Wakapolri lantas memberikan contoh pembuktian kasus yang tidak didukung scientific crime investigation, yakni kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016 silam.

Menurutnya, tanpa metode scientific crime investigation, kasus delapan tahun lalu itu menjadi polemik di kemudian hari.

“Pada kasus pembunuhan Vina dan Eky, pembuktian awal tidak didukung dengan scientific crime investigation. Sehingga timbul isu persepsi negatif terdakwa mengaku diintimidasi, korban salah tangkap, dan penghapus dua DPO yang dianggap tidak profesional,” katanya.

Sedangkan contoh yang baik dalam penerapan scientific crime investigation, ada pada kasus pembunuhan Dokter Mawartih di Papua yang berhasil diungkap.

“Dalam pengungkapan kasus pembunuhan dokter Mawartih di Papua, berdasarkan scientific crime investigation, pelaku berhasil diidentifikasi dengan hasil pengujian sampel DNA pada barang bukti,” tuturnya.

Kapolri dalam amanat yang dibacakan Wakapolri, menegaskan kepada seluruh penyidik untuk tidak tergesa-gesa dalam menangani sebuah kasus. Bahkan, kalau perlu libatkan para ahli guna membuat penyidikan menjadi transparan dan ilmiah.

“Hindari pengambilan kesimpulan penanganan perkara secara terburu-buru, sebelum seluruh bukti dan fakta lengkap dikumpulkan yang tentunya melibatkan ahli pada bidangnya,” katanya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Alfamidi dan Bank Sampah Puri Zahara 2 Lanjutkan Program Aksi Hijau Apotek Hidup 2026
Kementan Pastikan Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang Beredar di Medsos Adalah Hoaks
Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT SJU Terkait Tambang Emas Ilegal dan TPPU
Sekolah Rakyat 78 Sragen Siap Beroperasi Juli 2026, Progres Capai 83,7 Persen
Mendikdasmen Apresiasi Peran Sekolah Swasta dalam Pendidikan Nasional, Resmikan Gedung Baru di SMP-SMA Islam Hidayatullah Semarang
Kementan Percepat Perbenihan Nasional untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
komentar
beritaTerbaru