Selasa, 01 September 2026

Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online

Selasa, 01 September 2026 10:45 WIB
Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan seusai memimpin rapat di Auditorium Kementerian Pertanian, Senin (31/8/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mencopot secara permanen 13 pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan terlibat judi online.

Keputusan tersebut disampaikan Amran seusai memimpin rapat di Auditorium Kementerian Pertanian, pada 31 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa pencopotan dilakukan setelah laporan yang diterima ditelusuri dan diverifikasi.

"13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua," tegas Amran dilansir dari laman Kementan.

Amran memastikan pencopotan tersebut bersifat permanen. Ia juga meminta Inspektur Jenderal dan Sekretaris Jenderal Kementan segera menyiapkan pejabat pengganti agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. "Yang jelas dicopot permanen, diganti, titik," ujarnya.

Menurut Amran, keputusan tersebut tidak diambil secara mendadak. Sebelumnya, pegawai yang melakukan pelanggaran telah mendapatkan pembinaan dan peringatan. Namun, karena pelanggaran kembali terjadi, tindakan tegas akhirnya diambil.

"Dulu pernah ada kecil-kecil, kami beri peringatan. Kami mencoba pembinaan, memberi peringatan. Ternyata berulang. Ah, lebih baik ini diberhentikan, dicopot sekalian," katanya.

Amran menegaskan bahwa pembinaan tidak berarti membiarkan pelanggaran terus berulang. Sebagai pimpinan, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh jajaran Kementan menjalankan tugas dengan disiplin, menjaga integritas, dan menjadi teladan.

Ia juga mengingatkan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat sehingga harus mampu menjaga perilaku, baik di dalam maupun di luar kedinasan.

"Ini tidak boleh, ini melanggar, kita sebagai umat beragama, kita sebagai anak bangsa, apalagi kita PNS, kita ini pelayan, itu tidak boleh. Enggak boleh memberi contoh yang tidak baik," ujar Amran.

Amran mengatakan ketegasan dalam memberikan sanksi merupakan bagian dari kepeduliannya terhadap para pegawai. Ia tidak ingin pelanggaran yang dilakukan justru merugikan pegawai, keluarga, maupun masa depan mereka.

"Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tugas seorang pimpinan bukan hanya memberikan pekerjaan kepada bawahannya, tetapi juga membina mereka agar menjadi pribadi dan aparatur yang lebih baik.

"Saya sebagai bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya," kata Amran.

Mentan menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementan dalam membangun aparatur yang disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

Pembinaan akan terus dilakukan, tetapi setiap pelanggaran yang dilakukan berulang akan mendapatkan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Amran berharap seluruh jajaran Kementan memahami bahwa menjadi ASN merupakan amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan negara. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Petani Kolaka Meningkat dan Produksi Padi Melonjak
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun
Kementan Gelontorkan Rp55,65 Miliar untuk Dorong Swasembada Bawang Putih di Lombok Timur
Kementan Gandeng UNESA Bangun Basis Produksi Benih Kedelai di Jawa Timur
Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Jika Terbukti Mainkan Harga Pakan
Mentan Amran Copot Koordinator KPPG Surabaya, Serapan Telur Peternak Tak Optimal
komentar
beritaTerbaru