Lembang (buseronline.com) - Dua Siswa Pendidikan Sespimma (Serdik Sespimma) membantu mengamankan situasi dalam peristiwa dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir Grab di Kampung Sindangwangi RW 09, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Agustus 2026 sekitar pukul 16.45 WIB.
Dilansir dari laman Humas Polri, kedua
Serdik Sespimma tersebut MH Hamado SH dan Moch Suparlan SH saat itu sedang melaksanakan olahraga mandiri menuju kawasan Benteng Lembang.
Dalam perjalanan, keduanya melihat seorang pria yang diketahui merupakan sopir Grab dalam kondisi terluka. Korban diduga mengalami penganiayaan oleh penumpangnya.
Korban diketahui berinisial E, warga Rancaekek Kencana. Saat ditemukan, korban berada di samping mobil Daihatsu Sigra warna putih dengan nomor polisi D 12xx VDx.
Berdasarkan informasi awal di lokasi, korban mengalami luka pada bagian wajah dan sejumlah bagian tubuh yang diduga akibat benda tajam.
Situasi sempat menegangkan lantaran terduga pelaku masih berada di sekitar lokasi dan diduga membawa pisau. Korban sebelumnya berupaya meminta pertolongan kepada warga yang melintas.
Namun, warga belum berani mengambil tindakan karena mempertimbangkan keselamatan. Terduga pelaku diduga masih menguasai senjata tajam.
Melihat kondisi tersebut, kedua
Serdik Sespimma kemudian bergerak untuk mengamankan korban dan mengendalikan situasi. Keduanya membawa korban serta terduga pelaku menuju Kantor Desa Mekarwangi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di kantor desa, penanganan turut melibatkan Bhabinkamtibmas Polsek Lembang Bripka M Taufan, Babinsa Serka Ahmad, serta perangkat desa.
Setelah dilakukan koordinasi, korban dan terduga pelaku kemudian dibawa ke Polsek Lembang untuk menjalani proses penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dari pemeriksaan awal, terduga pelaku diketahui berinisial M dan masih berusia 15 tahun. Sementara motif dugaan penganiayaan tersebut hingga kini masih dalam proses pemeriksaan aparat kepolisian.
beritaTerkait
komentar