Jakarta (buseronline.com) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat sinergi dalam menghadapi arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta mempersiapkan implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang ditargetkan mulai berlaku pada awal tahun depan.
Dilansir dari laman Humas Polri, komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala
Korlantas Polri Irjen Pol Wibowo bersama jajaran Pejabat Utama
Korlantas Polri dengan Direktur Utama
PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono beserta jajaran direksi di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Senin.
Pertemuan membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan tata kelola lalu lintas, kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Operasi Lilin dan Nataru, hingga percepatan integrasi teknologi operasional di ruas jalan tol.
Irjen Pol Wibowo menegaskan, kolaborasi antara
Korlantas Polri dan Jasa Marga menjadi langkah penting untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama musim libur nasional. "Dua potensi libur besar ini tentunya akan memunculkan pergerakan masyarakat yang juga pasti akan meningkat, khususnya di jalur-jalur wisata," ujar Wibowo.
Selain itu, Kakorlantas meminta pembaruan terkait progres pembangunan dan kesiapan operasional sejumlah ruas tol baru di wilayah Jawa Tengah hingga Yogyakarta, termasuk akses menuju Jawa Timur.
Kehadiran ruas tol tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Dalam kesempatan yang sama, pembahasan mengenai implementasi kebijakan Zero ODOL juga menjadi perhatian utama. Irjen Wibowo menilai penanganan kendaraan ODOL harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat dan dunia usaha.
"Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan," katanya.
Mendukung kebijakan tersebut, PT Jasa Marga terus memperkuat sistem pengawasan kendaraan angkutan melalui pemanfaatan teknologi modern.
Direktur Utama
PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono menjelaskan, perusahaan telah menambah fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari dua menjadi delapan titik.
Sistem ini dipadukan dengan kamera pengawas dan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) yang mampu mendeteksi berat serta dimensi kendaraan secara real-time.
Seluruh data tersebut akan terintegrasi dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik
Korlantas Polri. Selain itu, Jasa Marga juga mengembangkan integrasi data melalui aplikasi Travoy yang telah dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID).
Data tersebut akan diselaraskan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident)
Korlantas Polri serta data uji berkala Kementerian Perhubungan guna memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang.
"Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor," ujar Rivan.
Menurutnya, pengembangan teknologi dan integrasi sistem tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol, terutama selama periode Nataru.
"Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan
Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol," tuturnya.
Sinergi antara Korlantas Polri dan PT Jasa Marga diharapkan semakin memperkuat layanan jalan tol nasional yang aman, lancar, modern, serta berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar