Selasa, 14 Juli 2026

Bareskrim Polri Tangkap Sembilan Tersangka Penyerangan Polisi di Katingan, Tiga DPO Diburu

Selasa, 14 Juli 2026 11:45 WIB
Bareskrim Polri Tangkap Sembilan Tersangka Penyerangan Polisi di Katingan, Tiga DPO Diburu
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso memberikan keterangan kepada wartawan.

Jakarta (buseronline.com) - Bareskrim Polri berhasil menangkap sembilan tersangka dalam kasus penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, yang mengakibatkan tiga anggota polisi gugur saat menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika.

Dilansir dari laman Humas Polri, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil pengejaran intensif yang dilakukan sejak peristiwa penyerangan pada 2 Juli 2026.

"Pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika golongan I jenis sabu disertai penganiayaan berat oleh warga yang mengakibatkan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan Polda Kalimantan Tengah meninggal dunia," kata Eko dalam keterangannya, Sabtu.

Peristiwa bermula ketika personel Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek rumah milik B di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026). Rumah tersebut diduga digunakan sebagai lokasi transaksi sekaligus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Namun, saat penggerebekan berlangsung, petugas mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang menggunakan senjata api rakitan, parang, mandau, tombak, dan berbagai senjata tajam lainnya. Serangan tersebut menyebabkan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas.

Menindaklanjuti peristiwa itu, Subdirektorat IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC memberikan asistensi kepada Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan untuk memburu para pelaku.

Pelaku pertama yang ditangkap adalah Sy alias Ateng pada Jumat (3/7/2026) di bantaran Sungai Desa Tumbang Pariyei. Sehari kemudian, tim gabungan menangkap DN di Kota Palangkaraya dan IMP alias Roby di Desa Tumbang Kalemei. Pada Minggu (5/7/2026), tersangka Nu juga berhasil diamankan saat bersembunyi di sebuah pondok.

Pengejaran kemudian berlanjut ke Kabupaten Kotawaringin Timur. Pada Selasa (7/7/2026) malam, ARS alias Yadi dan ML berhasil ditangkap di kawasan PT ADS, Desa Tumbang Jorong.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka tersebut, penyidik memperoleh informasi bahwa tiga pelaku utama, yakni B, R alias Busu, dan P, telah melarikan diri ke Kalimantan Timur menggunakan kendaraan travel. Tim gabungan kemudian berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda untuk melakukan penyekatan.

Hasilnya, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.45 WITA, kendaraan yang ditumpangi ketiga tersangka berhasil dihentikan di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kecamatan Prangat Selatan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, B diduga berperan sebagai bandar narkoba sekaligus pemilik rumah yang dijadikan lokasi transaksi dan penyalahgunaan sabu. Ia juga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata api rakitan dan parang.

Sementara itu, R diduga berperan sebagai pengedar sabu dan melakukan penembakan terhadap petugas. Adapun P diduga membawa senjata api rakitan dan mandau serta turut melakukan penembakan.

Selain sembilan tersangka yang telah ditangkap, penyidik masih memburu tiga orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni P alias Diyon, D alias Iyus, dan Ie.

"Melakukan pengembangan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujar Eko.

Sebelumnya, tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur dalam operasi penindakan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei.

Aipda Yudhi Perdana Putra meninggal dunia akibat luka bacok di bagian kepala, sedangkan Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan meninggal dunia di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan setelah sempat dilaporkan hilang saat berupaya menyelamatkan diri. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bareskrim Polri Tuntaskan Penyidikan Kasus Impor Ilegal Ponsel Bekas, Sita Barang Bukti Rp253 Miliar
Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT SJU Terkait Tambang Emas Ilegal dan TPPU
Bareskrim Polri Gagalkan Pengiriman 10 Kilogram Ganja dari Padang ke Sidoarjo
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Bareskrim Polri Tangkap Dua Tersangka dalam Pengembangan Jaringan Narkoba di Kutai Barat
komentar
beritaTerbaru