Selasa, 16 Juni 2026

KPK Luncurkan JNBA 2026 dari Mataram, Perkuat Budaya Antikorupsi di Indonesia Timur

Senin, 15 Juni 2026 19:50 WIB
KPK Luncurkan JNBA 2026 dari Mataram, Perkuat Budaya Antikorupsi di Indonesia Timur
Pembukaan JNBA 2026 berlangsung di Pendopo Wali Kota Mataram dan dihadiri Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur masyarakat, Jumat (12/6/2026).

Mataram (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai rangkaian program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dilansir dari laman KPK, mengusung tema "Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas", kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPK memperkuat pendidikan antikorupsi dan membangun budaya integritas di tengah masyarakat.

Pembukaan JNBA 2026 berlangsung di Pendopo Wali Kota Mataram dan dihadiri Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur masyarakat.

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan, JNBA merupakan program roadshow pendidikan antikorupsi yang bertujuan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menanamkan nilai integritas dan mencegah perilaku koruptif sejak dini.

"Tahun ini Jelajah Negeri kita mulai dari Indonesia Timur, lebih tepatnya di Nusa Tenggara Barat. Tanamkan nilai integritas sejak dini, dan rawat hingga nanti," ujar Ibnu saat membuka kegiatan tersebut di Mataram, Jumat.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu strategi utama dalam upaya pencegahan korupsi. Melalui jalur pendidikan, KPK berupaya menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, dan keadilan kepada generasi muda.

"Kami datang ke Mataram dalam rangka JNBA. Melalui jalur pendidikan dan pencegahan, KPK ingin mengajak seluruh masyarakat melakukan tindakan-tindakan antikorupsi," katanya.

Ibnu menegaskan bahwa membangun budaya antikorupsi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga masyarakat umum.

Ia juga mendorong pemanfaatan ruang-ruang publik sebagai media edukasi integritas agar pesan antikorupsi dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

"Tentunya aparat dan masyarakat harus bekerja bersama untuk menghilangkan perilaku koruptif, saling mendukung, dan saling mengingatkan. Pesan-pesan tersebut dapat disampaikan melalui berbagai ruang publik, seperti pertemuan, videotron, baliho, maupun media edukasi lainnya," ujarnya.

Selain melalui pendidikan formal, KPK juga menguatkan kampanye antikorupsi melalui pendekatan keagamaan. Menurut Ibnu, nilai-nilai antikorupsi selaras dengan ajaran agama yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.

"Nanti insya Allah akan diselenggarakan khotbah Jumat bertema antikorupsi, karena perbuatan korupsi di agama mana pun dan di daerah mana pun pasti tidak dibenarkan," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyambut baik dipilihnya Kota Mataram sebagai lokasi pembuka JNBA 2026 untuk wilayah Indonesia Timur. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Mataram dan masyarakat karena kegiatan ini dimulai dari Kota Mataram untuk Indonesia Timur. Ini merupakan rangkaian kegiatan KPK dalam memberikan penguatan, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Mohan, pelibatan masyarakat dalam program tersebut menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara negara, melainkan seluruh elemen bangsa.

Lebih lanjut, Ibnu menjelaskan bahwa pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak usia dini melalui sistem pendidikan nasional. KPK telah menjalin komitmen dengan berbagai kementerian untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam sejumlah mata pelajaran.

"Pendidikan antikorupsi itu dimulai sejak dini. Kita sudah melakukan komitmen bersama dengan berbagai kementerian untuk memasukkan pendidikan antikorupsi melalui jalur pendidikan," katanya.

Ia menambahkan, pendidikan antikorupsi tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan disisipkan dalam berbagai mata pelajaran seperti pendidikan agama dan Pendidikan Pancasila.

Melalui JNBA 2026, KPK berharap nilai-nilai integritas tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga menjadi budaya yang tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari Mataram, pesan antikorupsi diharapkan terus menyebar ke berbagai daerah guna mewujudkan Indonesia yang lebih berintegritas. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Perkuat Nilai Moderasi Beragama, Densus 88 AT Polri Gandeng RMB UIN Mataram di SMPN 6 Mataram
KPK Paparkan Temuan di Sektor Fasilitas Pelayanan dan Kesehatan di Mataram
komentar
beritaTerbaru