Kamis, 11 Juni 2026

Gubernur Sumut Ingatkan Ancaman Megathrust, Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 11 Juni 2026 15:46 WIB
Gubernur Sumut Ingatkan Ancaman Megathrust, Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat memberikan pembekalan kepada peserta KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (9/6/2026).

Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan pentingnya mitigasi ancaman Megathrust sebagai upaya melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah dari dampak bencana yang berpotensi terjadi.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa.

Menurut Bobby, ancaman Megathrust tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial, hingga keamanan daerah.

Ia menjelaskan, Megathrust merupakan zona pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang menyebabkan proses subduksi. Kondisi tersebut berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar yang dapat disertai tsunami. "Gempa Megathrust yang pernah terjadi di Aceh tahun 2004 memicu terjadinya tsunami di Samudera Hindia," ujar Bobby.

Bobby menambahkan, Megathrust memiliki karakteristik berupa magnitudo yang sangat besar, terjadi di zona subduksi, memiliki patahan dangkal dan luas, serta berpotensi menimbulkan tsunami besar. Salah satu kawasan yang memiliki potensi ancaman tersebut adalah wilayah Mentawai dan pesisir pantai barat Sumatera.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan berbagai informasi maupun peringatan terkait potensi bencana.

Dalam menghadapi ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut menerapkan berbagai strategi mitigasi melalui pendekatan struktural, nonstruktural, sosial budaya, serta penguatan harmoni lintas iman di lokasi pengungsian. Upaya tersebut juga mengedepankan kearifan lokal yang berlandaskan nilai-nilai kebhinekaan Nusantara.

Selain itu, Pemprov Sumut terus memperkuat kebijakan dan tata kelola kebencanaan, membangun infrastruktur yang tangguh terhadap bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi dalam penanggulangan bencana.

Pada kesempatan tersebut, Bobby juga menyinggung penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Menurutnya, dampak bencana tersebut dapat ditangani berkat kolaborasi berbagai pihak.

Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah masyarakat terdampak mencapai 1.803.715 jiwa. Sebanyak 11.209 orang mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan
Bobby Nasution Beri Insentif Kades Bersertifikat Basarnas untuk Perkuat Mitigasi Bencana
Patroli Gabungan Dikerahkan di Asahan, Pemprov Sumut Perkuat Pencegahan Narkoba dan Kenakalan Remaja
Gubernur Sumut Dorong Legalisasi 607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat untuk Dukung Swasembada Energi
Pemprov Sumut Gandeng RS Mata Cicendo Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mata
Bobby Nasution Minta Dukungan OJK Sumut Percepat Program Tiga Juta Rumah
komentar
beritaTerbaru