Sabtu, 18 Juli 2026

Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan

Sabtu, 30 Mei 2026 16:00 WIB
Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Irham Waroihan (topi hitam).
Data Kementan mencatat selama periode 2024-2025 terdapat 94 kasus yang ditangani, terdiri atas 46 kasus beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak, serta tiga kasus yang melibatkan oknum pegawai internal dengan total 77 tersangka.

Selain itu, sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah telah dicabut. Dalam 10 bulan terakhir, Kementan juga telah menyerahkan 260 kasus kepada aparat penegak hukum.

Salah satu pengungkapan terbesar ialah kasus beras oplosan. Dari 268 sampel yang diperiksa di 13 laboratorium pada 10 provinsi, ditemukan 212 merek beras premium dan medium tidak sesuai standar mutu, berat, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Kementan menyebut praktik tersebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun. Pemerintah memastikan pengawasan dan penindakan terhadap mafia pangan akan terus diperkuat demi menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan dan Pemkab Kendal Gelar Gerdal Tikus, Jaga Produksi Pangan Nasional
Kementan Pastikan Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang Beredar di Medsos Adalah Hoaks
Kementan Percepat Perbenihan Nasional untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Kementan Perkuat Strategi Hadapi Kemarau 2026, Produksi Pangan Nasional Diyakini Tetap Aman
Kementan Percepat Swasembada Bawang Putih, Bangun Ekosistem dari Benih hingga Konsumsi
Kementan: Pasokan Pangan Aman, Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Utama Inflasi
komentar
beritaTerbaru