Sabtu, 30 Mei 2026

Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan

Sabtu, 30 Mei 2026 16:00 WIB
Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Irham Waroihan (topi hitam).
Data Kementan mencatat selama periode 2024-2025 terdapat 94 kasus yang ditangani, terdiri atas 46 kasus beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak, serta tiga kasus yang melibatkan oknum pegawai internal dengan total 77 tersangka.

Selain itu, sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah telah dicabut. Dalam 10 bulan terakhir, Kementan juga telah menyerahkan 260 kasus kepada aparat penegak hukum.

Salah satu pengungkapan terbesar ialah kasus beras oplosan. Dari 268 sampel yang diperiksa di 13 laboratorium pada 10 provinsi, ditemukan 212 merek beras premium dan medium tidak sesuai standar mutu, berat, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Kementan menyebut praktik tersebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun. Pemerintah memastikan pengawasan dan penindakan terhadap mafia pangan akan terus diperkuat demi menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Pastikan Industri Sawit Tetap Normal, Harga TBS Petani Dijaga
Kementan Perkuat Pengawalan Program Pertanian di 38 Provinsi Lewat BRMP
Kementan Percepat Optimasi Lahan untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Perkuat Teknologi Pertanian Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Kementan Percepat Penetapan CPCL untuk Kejar Target Pengembangan Tebu Nasional 2026
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
komentar
beritaTerbaru