Selasa, 01 September 2026

Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan

Sabtu, 30 Mei 2026 16:00 WIB
Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Irham Waroihan (topi hitam).
Data Kementan mencatat selama periode 2024-2025 terdapat 94 kasus yang ditangani, terdiri atas 46 kasus beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak, serta tiga kasus yang melibatkan oknum pegawai internal dengan total 77 tersangka.

Selain itu, sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah telah dicabut. Dalam 10 bulan terakhir, Kementan juga telah menyerahkan 260 kasus kepada aparat penegak hukum.

Salah satu pengungkapan terbesar ialah kasus beras oplosan. Dari 268 sampel yang diperiksa di 13 laboratorium pada 10 provinsi, ditemukan 212 merek beras premium dan medium tidak sesuai standar mutu, berat, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Kementan menyebut praktik tersebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun. Pemerintah memastikan pengawasan dan penindakan terhadap mafia pangan akan terus diperkuat demi menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Buka Akses Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani
Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online
Kementan Gelontorkan Rp55,65 Miliar untuk Dorong Swasembada Bawang Putih di Lombok Timur
Kementan Gandeng UNESA Bangun Basis Produksi Benih Kedelai di Jawa Timur
Mentan Amran Ungkap Kerugian Mafia Beras Bisa Capai Rp100 Triliun
Kementan Genjot Produktivitas Sawit untuk Penuhi Kebutuhan CPO Program B50
komentar
beritaTerbaru