Saat ini kabel yang putus telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik oleh Puslabfor Polri guna memastikan penyebab kerusakan secara ilmiah.
Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem
PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menjelaskan sistem kelistrikan Sumatera memiliki dua jalur utama transmisi, yakni koridor timur 500 kV dan koridor barat 275 kV yang menyalurkan daya dari wilayah selatan menuju utara Sumatera.
Menurut Edwin, saat gangguan terjadi, hujan lebat dan angin kencang menyebabkan jalur transmisi mengalami trip. Kondisi tersebut memicu aliran daya berbalik dan menimbulkan fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi yang sangat tinggi.
Akibatnya, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua bagian, yakni wilayah selatan yang mengalami kelebihan daya pembangkit dan wilayah utara yang kekurangan daya.
Kondisi di wilayah utara kemudian menyebabkan sejumlah pembangkit mengalami trip secara domino hingga memicu pemadaman di berbagai daerah terdampak.
PLN kemudian melakukan pemulihan secara bertahap melalui mekanisme black start menggunakan pembangkit diesel dan gas, dilanjutkan pengoperasian PLTGU dan PLTU hingga sistem kembali normal.
"Seluruh sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal 100 persen dan saat ini beroperasi dengan aman dan stabil," ujar Edwin.
PLN memastikan pada Senin (25/5/2026), sejumlah pembangkit besar telah kembali masuk ke sistem sehingga pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera dalam kondisi aman dan stabil. (R)
beritaTerkait
komentar