Nganjuk (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membangun ekonomi rakyat dari tingkat desa saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi fondasi penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Menurut Presiden Prabowo, program MBG bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang besar di desa-desa.
"Saudara, nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang," ujar Presiden Prabowo.
Ia menjelaskan, melalui program MBG, perputaran uang di satu desa dapat mencapai lebih dari Rp10 miliar per tahun. Perputaran tersebut dinilai mampu menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat desa.
"Satu desa Rp10.800.000.000 beredar di situ. Artinya, yang tanam ikan lele bisa dijual. Yang tanam bawang merah bisa terjual. Yang bikin tempe bisa terbeli. Yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup," ungkapnya.
Presiden Prabowo menilai kombinasi MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi kekuatan baru dalam membangkitkan ekonomi nasional berbasis kerakyatan.
"MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," tegas Presiden Prabowo.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa program besar tersebut harus dijalankan secara bersih dan bertanggung jawab. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu menindak pihak yang melakukan penyimpangan.
"Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan," ujarnya.
Presiden Prabowo juga menyebut program MBG mendapat dukungan luas dari masyarakat kecil. Dalam berbagai kunjungan kerja, ia mengaku banyak menerima aspirasi agar program tersebut terus dilanjutkan karena dinilai sangat membantu kehidupan rakyat.
Selain itu, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya akses pembiayaan murah bagi masyarakat kecil. Ia mengungkapkan pemerintah telah memerintahkan penurunan bunga kredit program ultra mikro PNM Mekaar menjadi di bawah 10 persen agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Ke depan, koperasi desa diharapkan menjadi pusat layanan ekonomi dan keuangan rakyat dengan akses kredit murah yang mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus mendorong industrialisasi berbasis desa di seluruh Indonesia. (DKI1)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar