Dampak berkembangnya industri mocaf juga dirasakan langsung para petani
singkong. Petani asal Desa Parakan, Kecamatan Purwanegara, Latif, mengaku harga
singkong kini meningkat hingga di atas Rp1.000 per kilogram.
"Dulu kesusahan kalau mau jual, sampai harus ke luar kota. Sekarang kami siap menampung dengan harga yang sedikit lebih tinggi," ujarnya.
Latif menambahkan, petani singkong di desanya mampu memproduksi hingga 21 ton per tahun dari lahan seluas 1-2 hektare. Dalam pemasaran tepung mocaf, para petani bekerja sama dengan Rumah Mocaf milik Riza dengan kapasitas produksi 10-15 ton per bulan. "Harapannya, tepung ini bisa dikenal ke seluruh Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus mendorong pengembangan pangan lokal berbahan
singkong dan tepung mocaf.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, sejak 2022 produk turunan tepung lokal seperti mi mocaf, beras jagung, dan beras singkong telah dimasukkan sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah selain beras. (R)
beritaTerkait
komentar