Kamis, 07 Mei 2026

Pemko Medan Perkuat Komitmen Bangun Kota Berbasis Data

Kamis, 07 Mei 2026 08:10 WIB
Pemko Medan Perkuat Komitmen Bangun Kota Berbasis Data
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik Kota Medan di Balai Kota, Selasa (5/5/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Medan (Pemko) Medan mempertegas komitmennya dalam membangun kota berbasis data sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik Kota Medan di Balai Kota, Selasa.

Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa data tidak sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan mengarahkan pertumbuhan ekonomi Kota Medan ke depan.

Menurutnya, BPS memiliki peran vital sebagai sistem peringatan dini (early warning system) bagi pemerintah daerah. Ia berharap BPS dapat memberikan informasi prediktif terkait potensi kenaikan harga komoditas yang dapat memicu inflasi.

"Kami berharap BPS dapat memberikan warning bagi Pemko Medan, misalnya komoditas apa saja yang kemungkinan harganya akan naik sehingga dapat mempengaruhi inflasi, sehingga kami dapat mengambil langkah antisipasi," ujar Rico Waas.

Dalam kesempatan itu, ia juga didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane serta Kepala Bappeda Kota Medan Ferri Ichsan.

Selain itu, Rico mendorong adanya sinkronisasi data antara BPS dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) guna memetakan perkembangan investasi secara real-time.

"Sinergi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang sedang berkembang pesat di Medan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Medan, Hafsyah Aprilia menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk meminta dukungan Pemko Medan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 1-31 Mei 2026 dengan menyasar pelaku usaha berskala besar.

Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 melalui pendataan door to door ke rumah tangga, baik yang memiliki usaha maupun tidak.

Sebagai bentuk dukungan simbolis, BPS juga meminta izin untuk melakukan pendataan perdana di rumah dinas Wali Kota Medan.

Hafsyah berharap Pemko Medan dapat mendukung sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 melalui berbagai kanal komunikasi publik yang dimiliki pemerintah daerah.

"Sinergi yang kuat antara BPS dan Pemko Medan adalah kunci. Kami ingin memastikan data yang dihasilkan akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berkelanjutan," pungkasnya. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Medan dan Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi Awasi WNA dan Pengungsi
Wali Kota Medan Terima Audiensi DPP Pomparan Raja Silahisabungan, Tekankan Pelestarian Budaya
Wali Kota Medan Soroti Peran Yayasan Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda
Mahasiswa USU Didorong Berani Jadi Pemimpin Masa Depan
Medan Luncurkan Qresto, Sistem Pajak Real-Time Pertama di Indonesia
Pemko Medan Raih Penghargaan Creative Financing Terbaik II se-Sumatera
komentar
beritaTerbaru