Tarutung (buseronline.com) - Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat secara resmi membuka kegiatan evaluasi dan pembahasan dokumen deskripsi Indikasi Geografis (IG) Tenun Ulos Ragidup Silindung di Kantor Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses pendaftaran Indikasi Geografis Tenun Ulos Ragidup Silindung yang telah diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia. Saat ini, permohonan tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan substantif setelah melalui masa pengumuman pada 14 Januari hingga 14 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Tenun Ulos Ragidup Silindung memiliki makna yang lebih dari sekadar produk kerajinan. Menurutnya, ulos tersebut merupakan simbol kehidupan, martabat budaya, serta bagian dari warisan intelektual komunal masyarakat Batak, khususnya di wilayah Tapanuli Utara.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, lanjutnya, memandang perlindungan Indikasi Geografis sebagai langkah strategis untuk menjaga keaslian, kualitas, dan reputasi produk budaya lokal. Selain itu, perlindungan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi para penenun dan pelaku usaha tradisional, sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dan evaluasi dokumen tersebut.
"Sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menjaga warisan budaya agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan DJKI, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara, tim ahli Indikasi Geografis, pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, serta perwakilan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Ulos Ragidup Silindung. (Galung)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar