Cilacap (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi pertanian merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Dilansir dari laman Kementan, melalui kebijakan ini, hasil pertanian diharapkan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah di dalam negeri agar manfaat ekonominya dinikmati langsung oleh masyarakat, khususnya petani.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Fase II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Rabu.
"Kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita tidak mau hanya menjual buah kelapa. Kita mau olah turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia," ujar Presiden dalam sambutannya.
Menurut Presiden, Indonesia terlalu lama berada dalam pola sebagai pemasok bahan mentah, padahal kekuatan utama bangsa terletak pada kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, pengolahan komoditas di dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam proyek hilirisasi fase II, sejumlah inisiatif berbasis pertanian turut dikembangkan, di antaranya hilirisasi minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara, pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah dengan kapasitas 2.560 ton biji pala kering per tahun, serta pembangunan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi dengan kapasitas mencapai 300 ribu butir per hari.
Presiden menilai sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak industri nasional. Ia juga menegaskan bahwa keberanian suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh kemampuannya dalam mengelola dan mengolah sumber daya sendiri. "Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur," tegasnya.
Di sisi lain, Presiden turut menyoroti persoalan yang selama ini dihadapi petani, seperti harga panen yang jatuh dan ketidakpastian pasar. Ia memastikan pemerintah akan memperbaiki tata kelola sektor pertanian agar petani memiliki kepastian dalam menjual hasil produksinya.
"Sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar offtake. Berapa pun yang dihasilkan akan diserap bangsa Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa hilirisasi merupakan bagian penting dalam upaya membangun kemandirian ekonomi nasional dan mempercepat kebangkitan bangsa.
beritaTerkait
komentar