Kamis, 30 April 2026

KITB Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Jawa Tengah

Kamis, 30 April 2026 08:50 WIB
KITB Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Jawa Tengah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Selasa (28/4/2026).

Batang (buseronline.com) - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Dilansir dari laman Jatengprov, hingga saat ini, kawasan industri tersebut telah menyerap sebanyak 18.390 tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan paparan dalam kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Selasa.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut terus meningkat dan mampu menjadi penopang perekonomian masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, pembangunan KITB dirancang tidak hanya untuk sektor industri, tetapi juga mencakup pengembangan sektor pariwisata.

Hal ini sejalan dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2027, yakni pariwisata berbasis ekonomi syariah.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai KITB layak dijadikan kawasan percontohan nasional. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki sejumlah keunggulan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Bahkan, kata dia, Presiden Prabowo Subianto menargetkan KEK Industropolis Batang dapat menjadi "Shenzhen-nya Indonesia", merujuk pada Shenzhen yang dikenal sebagai pusat industri dan teknologi dunia.

Selain industri padat karya, kawasan ini juga mulai mengembangkan sektor berbasis teknologi seperti pusat data (data center).

Direktur Utama Industropolis Batang, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan mengungkapkan bahwa saat ini komposisi industri di kawasan tersebut terdiri dari 47 persen industri padat karya dan 53 persen industri padat teknologi.

Tercatat, terdapat 93 tenant dengan total investasi mencapai Rp23 triliun serta luas lahan tersewa sebesar 442,2 hektare.

Ke depan, kawasan ini akan terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti two countries twin parks seluas 500 hektare, pusat data 28 hektare, kawasan sunpark village, lapangan golf, arena pacuan kuda, hotel, bioskop, dry port, pusat olahraga, pertokoan, rumah susun sebanyak 20.000 unit, serta kawasan komersial lainnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Alumni Pesantren Diminta Jaga Sanad dan Persatuan di Tengah Perkembangan Zaman
Wonosobo Diproyeksikan Jadi Sentra Baru Sapi Perah dan Pedaging Nasional
Gubernur Jateng Ajak Warga Cerdas Hadapi Hoaks dan Disinformasi
Lomba Kreasi Minuman Herbal Meriahkan Peringatan Hari Kartini 2026 di Jateng
Fatayat NU Didorong Konsisten Lindungi Perempuan dan Anak
Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jateng Turun, TP PKK Perkuat Program Intervensi
komentar
beritaTerbaru