Selasa, 28 April 2026

Wonosobo Diproyeksikan Jadi Sentra Baru Sapi Perah dan Pedaging Nasional

Selasa, 28 April 2026 09:40 WIB
Wonosobo Diproyeksikan Jadi Sentra Baru Sapi Perah dan Pedaging Nasional
Kontes Sapi APPSI Piala Ketua MPR RI di Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

Wonosobo (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong investasi di subsektor peternakan guna memperkuat produksi susu dan daging nasional.

Dilansir dari laman Kementan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra baru sapi perah dan sapi pedaging di Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menyatakan bahwa peluang investasi di sektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar, khususnya pada pengembangan sapi perah dan sapi pedaging.

"Saya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika Anda pelihara sapi perah, susunya pasti laku, sapi pedaging dagingnya pasti laku," ujar Sudaryono saat membuka Kontes Sapi APPSI Piala Ketua MPR RI di Wonosobo, Sabtu.

Ia menjelaskan, kebutuhan susu nasional terus mengalami peningkatan. Bahkan, hampir seluruh sentra peternakan susu saat ini telah terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik," tambahnya. Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar.

Menurutnya, produksi nasional baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan, sementara 75 persen sisanya masih menjadi peluang pasar yang terbuka luas.

"Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan kita baru 25 persen, sehingga masih ada 75 persen pasar untuk memenuhi kebutuhan susu segar dalam negeri," jelasnya.

Ia berharap Wonosobo dapat dipersiapkan sebagai sentra produksi susu segar nasional di masa mendatang, terlebih dengan meningkatnya kebutuhan akibat program MBG.

"Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Perlu ada investasi agar cita-cita tersebut dapat terwujud," katanya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengungkapkan bahwa produksi daging di wilayahnya telah mencapai hampir 980 ribu ton dan dinilai cukup untuk menopang kebutuhan nasional.

Namun, produksi susu masih menjadi tantangan yang perlu ditingkatkan. "Yang tidak cukup adalah susu," ujarnya singkat.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan populasi sapi perah serta penguatan kesehatan hewan guna menjaga produktivitas ternak dan mencegah penyebaran penyakit.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha, Kementan optimistis investasi di sektor peternakan akan terus berkembang.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mengurangi ketergantungan impor daging dan susu nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kontes Sapi APPSI Wonosobo 2026 Dongkrak Semangat dan Kualitas Peternak
Gubernur Jateng Ajak Warga Cerdas Hadapi Hoaks dan Disinformasi
Kontes Sapi APPSI di Wonosobo Disambut Antusias, Gubernur Jateng Dorong Inovasi Peternak
Lomba Kreasi Minuman Herbal Meriahkan Peringatan Hari Kartini 2026 di Jateng
Fatayat NU Didorong Konsisten Lindungi Perempuan dan Anak
Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jateng Turun, TP PKK Perkuat Program Intervensi
komentar
beritaTerbaru