Minggu, 26 April 2026

Kementan Genjot Tanam Padi Serentak di 38 Daerah Jatim, Kejar Kenaikan LTT 3,4%

Minggu, 26 April 2026 11:06 WIB
Kementan Genjot Tanam Padi Serentak di 38 Daerah Jatim, Kejar Kenaikan LTT 3,4%
Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempercepat pelaksanaan tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional di tengah awal musim kemarau.

Ngawi (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempercepat pelaksanaan tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional di tengah awal musim kemarau.

Dilansir dari laman Kementan, program ini difokuskan pada peningkatan luas tambah tanam (LTT) guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.

Dalam gerakan tersebut, Kementan menargetkan kenaikan LTT hingga 3,4% dalam satu hari atau dua kali lipat dibanding capaian hari sebelumnya.

Langkah percepatan ini juga menjadi respons terhadap potensi tekanan iklim, termasuk ancaman El Niño yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian.

Gerakan tanam serentak dipusatkan di Ngawi dan dilaksanakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bersama Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema "Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan".

Kepala BBPOPT sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Jawa Timur, Yuris Tiyanto menegaskan bahwa percepatan tanam harus menjadi gerakan kolektif yang memberikan dampak nyata.

"Melalui gerakan ini diharapkan kenaikan LTT bisa mencapai 3,4% dalam satu hari. Ini bukan seremonial, tetapi gerakan yang harus berdampak langsung pada peningkatan produksi," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan petani menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Untuk mendukung percepatan tanam, berbagai langkah strategis terus diperkuat, mulai dari percepatan olah tanah, optimalisasi irigasi dan pompa air, hingga penguatan koordinasi antarinstansi.

Selain itu, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital SIFORTUNA yang dikembangkan BBPOPT.

Sistem ini telah terintegrasi dalam dashboard Operation Room dan digunakan oleh Kantor Staf Presiden dalam memantau pengamanan produksi pangan nasional.

Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Denny Kurniawan menegaskan bahwa keserempakan tanam harus diikuti panen serentak untuk menjaga stabilitas produksi.

"Kita menghadapi tantangan El Niño, namun Jawa Timur selama enam tahun terakhir tetap menjadi nomor satu produksi nasional," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebutkan bahwa produksi padi di wilayahnya pada 2025 mencapai 772.571 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dari tahun sebelumnya dan berkontribusi sekitar 7% terhadap total produksi Jawa Timur.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Percepat Pengembangan Hortikultura Lahan Kering di Enrekang Hadapi El Nino
Wamentan Pimpin Gerakan Tanam Padi Serentak di 16 Provinsi
Kementan Salurkan 1.900 Liter Pestisida untuk Kendalikan Hama Padi di Pinrang
Kementan Percepat Pemanfaatan Biodiesel untuk Alsintan, Perkuat Program B50
Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional
Ekspor Unggas Indonesia Tembus 545 Ton, Kementan Catat Lonjakan di 2026
komentar
beritaTerbaru