Sabtu, 11 Juli 2026

Kementan Genjot Tanam Padi Serentak di 38 Daerah Jatim, Kejar Kenaikan LTT 3,4%

Minggu, 26 April 2026 11:06 WIB
Kementan Genjot Tanam Padi Serentak di 38 Daerah Jatim, Kejar Kenaikan LTT 3,4%
Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempercepat pelaksanaan tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional di tengah awal musim kemarau.

Ngawi (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempercepat pelaksanaan tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional di tengah awal musim kemarau.

Dilansir dari laman Kementan, program ini difokuskan pada peningkatan luas tambah tanam (LTT) guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.

Dalam gerakan tersebut, Kementan menargetkan kenaikan LTT hingga 3,4% dalam satu hari atau dua kali lipat dibanding capaian hari sebelumnya.

Langkah percepatan ini juga menjadi respons terhadap potensi tekanan iklim, termasuk ancaman El Niño yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian.

Gerakan tanam serentak dipusatkan di Ngawi dan dilaksanakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bersama Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema "Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan".

Kepala BBPOPT sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Jawa Timur, Yuris Tiyanto menegaskan bahwa percepatan tanam harus menjadi gerakan kolektif yang memberikan dampak nyata.

"Melalui gerakan ini diharapkan kenaikan LTT bisa mencapai 3,4% dalam satu hari. Ini bukan seremonial, tetapi gerakan yang harus berdampak langsung pada peningkatan produksi," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan petani menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Untuk mendukung percepatan tanam, berbagai langkah strategis terus diperkuat, mulai dari percepatan olah tanah, optimalisasi irigasi dan pompa air, hingga penguatan koordinasi antarinstansi.

Selain itu, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital SIFORTUNA yang dikembangkan BBPOPT.

Sistem ini telah terintegrasi dalam dashboard Operation Room dan digunakan oleh Kantor Staf Presiden dalam memantau pengamanan produksi pangan nasional.

Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Denny Kurniawan menegaskan bahwa keserempakan tanam harus diikuti panen serentak untuk menjaga stabilitas produksi.

"Kita menghadapi tantangan El Niño, namun Jawa Timur selama enam tahun terakhir tetap menjadi nomor satu produksi nasional," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebutkan bahwa produksi padi di wilayahnya pada 2025 mencapai 772.571 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dari tahun sebelumnya dan berkontribusi sekitar 7% terhadap total produksi Jawa Timur.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Pastikan Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang Beredar di Medsos Adalah Hoaks
Kementan Percepat Perbenihan Nasional untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Kementan Perkuat Strategi Hadapi Kemarau 2026, Produksi Pangan Nasional Diyakini Tetap Aman
Kementan Percepat Swasembada Bawang Putih, Bangun Ekosistem dari Benih hingga Konsumsi
Kementan: Pasokan Pangan Aman, Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Utama Inflasi
Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru, Perkuat Daya Saing Perkebunan Nasional
komentar
beritaTerbaru