Rabu, 22 April 2026

Mentan Amran Konsolidasikan 170 Bupati, Fokus Perkuat Irigasi dan Perkebunan

Rabu, 22 April 2026 08:14 WIB
Mentan Amran Konsolidasikan 170 Bupati, Fokus Perkuat Irigasi dan Perkebunan
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengkonsolidasikan sekitar 170 bupati dalam Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (20/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengkonsolidasikan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia guna memperkuat program irigasi dan pengembangan perkebunan sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional, terutama menghadapi potensi kemarau 2026.

Konsolidasi tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin.

Menurut Amran, kehadiran langsung para kepala daerah menjadi faktor penting untuk memastikan percepatan program berjalan optimal di lapangan. "Kurang lebih 170 bupati se-Indonesia hadir, tidak diwakili," ujarnya.

Baca Juga: Kementan Perkuat Perbenihan Bawang Putih, DPR Dorong Kemandirian Produksi

Ia menegaskan bahwa penguatan irigasi menjadi prioritas utama. Kementerian Pertanian mengalokasikan lebih dari Rp3 triliun dari total Rp12 triliun anggaran yang didistribusikan untuk sektor pertanian.

Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pompanisasi dengan cakupan hingga 1,5 juta hektare.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80 ribu unit pompa yang ditargetkan mampu mengairi hampir 1 juta hektare lahan, khususnya di wilayah dengan potensi peningkatan indeks pertanaman.

Amran menekankan bahwa distribusi anggaran tidak dilakukan secara merata, melainkan berdasarkan potensi wilayah dan tingkat respons pemerintah daerah. "Kalau bupatinya aktif, kita percepat," tegasnya.

Di sektor produksi, Kementan menargetkan pencetakan sawah baru seluas 30 ribu hektare guna memperluas areal tanam nasional.

Bantuan benih tahan kekeringan juga disalurkan untuk mendorong peningkatan frekuensi tanam menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun, terutama di lahan kering.

Terkait ketersediaan pangan, Amran memastikan kondisi nasional masih aman. Ia menyebut dalam beberapa hari ke depan stok diperkirakan mencapai 5 juta ton.

Sementara itu, standing crop berada di kisaran 11 juta ton dan cadangan di sektor rumah tangga serta horeka sekitar 12,5 juta ton. "Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Artinya lebih dari cukup," ujarnya.

Selain tanaman pangan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp9,95 triliun untuk penguatan sektor perkebunan pada periode 2026-2027.

Program ini menyasar komoditas strategis seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, pala, dan jambu mete dengan target pengembangan lahan hingga 870 ribu hektare.

Meski demikian, Amran mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kualitas pelaksanaan di lapangan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Ekspor Unggas Indonesia Tembus 545 Ton, Kementan Catat Lonjakan di 2026
Swasembada Pangan Dipercepat, Mentan Amran Ungkap Strategi Kunci dan Capaian Nasional
Pengamat Nilai Hilirisasi Gambir Dorongan Mentan Amran Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Petani
Mentan Amran Tegur Lambannya Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Padang Pariaman
Stok Beras Nasional Cetak Rekor, CBP Capai 4,72 Juta Ton
Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat, Kementan Pangkas Target dari 4 Tahun Jadi 1 Tahun
komentar
beritaTerbaru