Rabu, 17 Juni 2026

Investasi Rp54 Triliun Dorong Percepatan Dapur MBG di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 April 2026 21:22 WIB
Investasi Rp54 Triliun Dorong Percepatan Dapur MBG di Seluruh Indonesia
Dadan Hindayana.

Jakarta (buseronline.com) - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat investasi masyarakat dalam pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai Rp54 triliun.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan dana tersebut berasal dari investor dan mitra yang berperan besar dalam mempercepat pembangunan SPPG di berbagai daerah.

"Kurang lebih sudah Rp54 triliun uang investor bergerak di sektor pembangunan SPPG," ujar Dadan kepada media di Jakarta.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 27 ribu unit SPPG telah beroperasi dari Sabang hingga Merauke. Seluruhnya dibangun melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta.

Menurut Dadan, keterlibatan investor membuat pembangunan dapur MBG jauh lebih cepat dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Pada 2025, BGN memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun, namun hanya mampu membangun 315 unit dan belum seluruhnya beroperasi.

Selain mempercepat pemerataan layanan gizi, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Setiap pembangunan satu unit SPPG mampu menyerap 15 hingga 20 tenaga kerja lokal serta menggerakkan penggunaan material di daerah.

Setelah beroperasi, satu unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Sekitar 70 persen dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.

Sementara itu, 20 persen dialokasikan untuk biaya operasional, termasuk menggaji sekitar 47 relawan lokal dengan kisaran pendapatan Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per orang. Sisanya, 10 persen digunakan untuk pengembalian investasi.

"Sekarang tidak pernah terdengar lagi ada produk pertanian yang dibuang-buang, semua termanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Dadan.

Program MBG juga telah melibatkan sekitar 1,1 juta relawan di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada sekitar 62 juta penerima, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

BGN menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi nasional berbasis komunitas.

Ke depan, BGN berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha terus diperkuat guna memperluas jangkauan SPPG, termasuk ke wilayah terpencil. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 9 ribu unit tambahan untuk melayani sekitar 3 juta penduduk. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan Bandung Satu Dekade ke Depan
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina
Presiden Jerman Sebut Indonesia Mitra Strategis dan Faktor Stabilitas di ASEAN
Kemenkes Dorong Pelaku Usaha Kesehatan Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
Mentan Amran Tetapkan HAP Telur Rp26.500 per Kilogram, Satgas Pangan Siap Awasi
Kementan Percepat Luas Tambah Tanam untuk Jaga Produksi Padi di Tengah Ancaman Kekeringan
komentar
beritaTerbaru