Senin, 25 Mei 2026

Kementan dan Komisi IV DPR RI Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 08 April 2026 12:00 WIB
Kementan dan Komisi IV DPR RI Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global, krisis energi, dan dampak perubahan iklim. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman, stabil, dan berkelanjutan.

Dilansir dari laman Kementan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sektor pangan nasional menunjukkan kinerja positif, termasuk keberhasilan mencapai swasembada dalam waktu relatif singkat.

"Melalui arahan Presiden, dukungan Komisi IV, dan kerja keras petani, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam satu tahun. Produksi beras meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen," ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Senayan, Selasa.

Ia mengungkapkan, Cadangan Beras Nasional (CBN) per 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan capaian tersebut, stok beras nasional dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga 10-11 bulan ke depan, meskipun terdapat potensi gangguan rantai pasok global dan ancaman El Nino.

Selain beras, ketersediaan pangan strategis lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, daging, telur, dan gula pasir juga dalam kondisi cukup.

Dalam menghadapi perubahan iklim, Kementerian Pertanian telah menginstruksikan langkah strategis kepada seluruh kepala daerah, termasuk pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi pengelolaan air, rehabilitasi irigasi, pembangunan embung, serta pemanfaatan pompanisasi.

Di sisi produksi, pemerintah terus mendorong program prioritas seperti cetak sawah, optimasi lahan, penyediaan benih unggul, pupuk subsidi, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan). Sepanjang 2024-2025, sebanyak 171 ribu unit alsintan telah disalurkan, dengan target tambahan 37 ribu unit pada 2026.

Untuk mengantisipasi dampak krisis energi global, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan optimalisasi penggunaan bahan bakar nabati (biofuel). Pemerintah juga menyiapkan implementasi B-50 serta pembangunan pabrik etanol berbahan baku komoditas pertanian.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menegaskan bahwa ketahanan pangan kini menjadi isu strategis yang dipengaruhi oleh geopolitik global dan perubahan iklim ekstrem.

Ia menekankan pentingnya intensifikasi lahan pertanian, peningkatan frekuensi panen, serta perbaikan sistem irigasi dan penyediaan pompa air untuk menghadapi musim kemarau.

"Kita semua sepakat bahwa ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika pangan terganggu, stabilitas nasional juga terancam," tegasnya.

Komisi IV DPR RI, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan kebijakan pemerintah berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam mewujudkan kemandirian nasional di tengah tantangan global. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Prabowo Subianto Tinjau Panen Raya Udang di Kebumen, Warga Sambut Antusias
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional
Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029
Presiden Prabowo: Peran Swasta Penting dalam Mendorong Kemakmuran Nasional
komentar
beritaTerbaru