Jakarta (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjalin kerja sama strategis dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Jumat.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan bioetanol di Indonesia melalui pendekatan studi bersama, pertukaran pengetahuan (knowledge exchange), serta peningkatan kapasitas.
USGBC merupakan organisasi nirlaba internasional yang mewakili produsen dan pemangku kepentingan industri biji-bijian serta produk bio berbasis pertanian. Organisasi ini berfokus pada pengembangan pasar melalui edukasi, advokasi, serta fasilitasi kerja sama dan transfer pengetahuan, termasuk penyediaan asistensi teknis, pelatihan, dan promosi praktik terbaik untuk mendukung pemanfaatan produk berbasis bio secara berkelanjutan.
Kerja sama antara Pertamina NRE dan USGBC diarahkan untuk memperkuat kapabilitas nasional dalam pengembangan ekosistem bioetanol. Fokus utama mencakup peningkatan kapasitas teknis, adopsi praktik terbaik global, serta dukungan terhadap potensi implementasi bahan bakar campuran etanol E10 di Indonesia.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas nasional melalui pembelajaran global.
"Bioetanol merupakan titik temu antara ketahanan energi dan keberlanjutan bagi Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami ingin belajar lebih dalam dari pengalaman dan praktik terbaik internasional, khususnya dalam pengembangan ekosistem bioetanol, termasuk diversifikasi bahan baku, kerangka regulasi, serta penerapan bahan bakar campuran etanol domestik," ujarnya.
Dalam ruang lingkup kerja sama, kedua pihak akan melakukan penjajakan dan studi bersama terkait penguatan rantai pasok dan infrastruktur bioetanol, mencakup aspek teknis, komersial, hingga kesiapan regulasi.
Selain itu, kolaborasi juga meliputi pelaksanaan pelatihan teknis, pertukaran tenaga ahli, serta penyelenggaraan forum diskusi dan lokakarya untuk berbagi praktik terbaik global.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi energi melalui kolaborasi berbasis pengetahuan.
"Pertamina NRE memandang kolaborasi ini sebagai platform untuk memperkuat kapabilitas teknis dan institusional melalui knowledge exchange yang terstruktur. Dengan mengedepankan studi bersama, pelatihan, serta pertukaran keahlian, kami optimistis dapat mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol yang adaptif dan berkelanjutan di Indonesia," ungkapnya.
Dilansir dari laman Pertamina, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan kapasitas domestik melalui adopsi teknologi, optimalisasi operasional, serta peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan produksi dan diversifikasi bahan baku bioetanol.
Di sisi lain, kedua pihak akan memfasilitasi dialog dan pertukaran pengetahuan terkait pengembangan pasar, kerangka keberlanjutan, serta strategi komunikasi publik dalam mendukung implementasi bahan bakar berbasis etanol.
Chairman USGBC, Mark Wilson, menekankan bahwa kemitraan ini tidak hanya bersifat formal, melainkan berorientasi pada implementasi nyata di lapangan.
"MoU ini bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi merupakan platform implementasi. Melalui kemitraan ini, kami akan berfokus pada pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis dan pengembangan pasar, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan bahan bakar berbasis etanol," jelasnya.
Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperkuat kolaborasi berbasis pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta adopsi praktik terbaik global.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekosistem bioetanol yang berkelanjutan sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar