Senin, 06 April 2026

Pangan Jadi Kunci Pertahanan Negara, Mentan Amran: Indonesia Tak Bergantung Impor

Dirgahayu Ginting - Jumat, 03 April 2026 07:06 WIB
Pangan Jadi Kunci Pertahanan Negara, Mentan Amran: Indonesia Tak Bergantung Impor
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan dalam Stadium General Pasis SeskoAU Angkatan ke-64 di Gedung Widya Mandala I, Lembang, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). (Dok/Kementerian Pertanian)
Lembang (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pangan kini tidak lagi sekadar kebutuhan dasar, melainkan telah menjadi instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Stadium General Pasis SeskoAU Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Gedung Widya Mandala I Sesko AU, Lembang, Jawa Barat, Rabu.

“Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Tapi hari ini kita buktikan, produksi naik, impor turun, dan Indonesia semakin kuat,” tegas Amran.

Mentan menekankan, ketergantungan terhadap impor pangan merupakan titik lemah suatu negara, terutama di tengah ketidakpastian global. Ketika negara produsen menahan ekspor, negara pengimpor akan langsung terdampak.

Untuk itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri, menekan impor secara bertahap, serta memperkuat cadangan pangan nasional.

Berdasarkan data internasional, termasuk dari United States Department of Agriculture (USDA), produksi pangan Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Pertanian juga mencatat capaian strategis berupa stok beras nasional yang telah mencapai sekitar 4,3 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 4,5 juta ton dalam waktu dekat.

“Ini bukan hanya ekonomi, ini soal kedaulatan. Pangan adalah bagian dari sistem pertahanan negara,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut dinilai membawa Indonesia keluar dari posisi sebagai negara importir menuju pemain yang mulai diperhitungkan di tingkat global. Bahkan, kebijakan pengendalian impor Indonesia disebut mulai memengaruhi dinamika harga pangan dunia.

Sejumlah negara seperti Malaysia, Australia, Jepang, hingga Kanada disebut mulai mempelajari strategi Indonesia dalam meningkatkan produksi dan menjaga stabilitas pasokan.

“Yang membedakan kita adalah keberanian mengambil keputusan dan kecepatan bertindak,” kata Amran.

Selain pangan, dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Mentan juga menyoroti pentingnya kemandirian energi sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional. Indonesia sebagai produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar dunia dinilai memiliki posisi strategis untuk mengendalikan rantai nilai industri melalui hilirisasi.

Dengan optimalisasi sumber daya tersebut, Indonesia ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan impor energi dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau pangan dan energi kita kuat, tidak ada negara yang bisa menekan kita,” tegasnya.

Penguatan sektor pertanian juga berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Program berbasis desa dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperkuat fondasi ekonomi rakyat.

Melalui penguatan koperasi dan perbaikan rantai distribusi, keuntungan dinilai dapat lebih banyak dinikmati petani, sementara harga tetap terjangkau bagi konsumen.

“Kalau desa bergerak, ekonomi tumbuh, negara akan kokoh,” ujar Amran.

Dengan kombinasi ketahanan pangan, kemandirian energi, dan hilirisasi sumber daya strategis, Indonesia dinilai berada di jalur menuju kekuatan ekonomi global baru.

Amran optimistis, dengan konsistensi kebijakan dan kolaborasi seluruh elemen bangsa, Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan global, tetapi juga berpotensi memimpin.

“Ketahanan pangan adalah benteng utama. Kalau ini kuat, Indonesia tidak hanya aman, tapi juga berdaulat penuh,” pungkasnya. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar