Tokyo (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) dan INPEX Corporation memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan Proyek LNG Abadi di Blok Masela melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Proyek yang berlokasi di Laut Arafura ini merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia yang diharapkan menjadi sumber pasokan energi jangka panjang bagi kawasan Asia.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama President & CEO INPEX, Takayuki Ueda, di Tokyo, Senin. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan sebelumnya yang telah ditandatangani pada Juli 2023.
Simon menyampaikan, melalui perpanjangan MoU tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki berbagai peluang sinergi dalam pengembangan proyek LNG Abadi, mulai dari sektor hulu hingga potensi pemanfaatan gas dan LNG di berbagai sektor energi.
“Melalui perpanjangan MoU ini, Pertamina berharap proyek LNG ini dapat terealisasi dan menjadi kontribusi nyata Pertamina bagi negara,” ujarnya.
Pada saat yang sama, dilansir dari laman Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) juga menandatangani MoU dengan INPEX terkait potensi pengembangan bisnis hulu migas di Indonesia dan Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam memperkuat portofolio energi nasional melalui kerja sama lintas sektor.
Proyek LNG Abadi di Blok Masela saat ini dioperasikan oleh INPEX melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd, dengan rencana kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun. Proyek ini juga akan mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS) guna mendukung pengembangan energi yang lebih rendah emisi.
INPEX sendiri telah berpartisipasi dalam kegiatan usaha hulu migas di Indonesia sejak tahun 1960-an dan kini menjadi operator utama proyek strategis tersebut.
Melalui kolaborasi ini, Pertamina dan INPEX akan memperluas kerja sama pada berbagai aspek rantai nilai LNG, termasuk penyerapan (offtake), transportasi produk, kegiatan angkutan laut, hingga potensi perdagangan karbon kredit dan carbon offset.
Pertamina menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya ini sejalan dengan transformasi perusahaan yang berfokus pada tata kelola, keberlanjutan, dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.
Melalui penguatan kemitraan strategis ini, Pertamina dan INPEX optimistis proyek LNG Abadi dapat menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar