Senin, 06 April 2026

Kementan Perkuat Hilirisasi Pertanian, Fokus pada Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi

Dirgahayu Ginting - Selasa, 31 Maret 2026 07:12 WIB
Kementan Perkuat Hilirisasi Pertanian, Fokus pada Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan keterangan pers usai rapat hilirisasi bersama BUMN pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Dok/Kementerian Pertanian)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mempercepat hilirisasi sektor pertanian melalui penguatan pengembangan biofuel dan bioetanol sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi nasional. Upaya ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika geopolitik global.


Dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan hilirisasi menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik.


“Pada saat kita rapat minggu lalu sebelum Presiden bertolak ke Jepang dan Korea Selatan, beliau menyampaikan perlunya akselerasi hilirisasi. Untuk sektor pertanian, hilirisasi biofuel menjadi langkah cepat di tengah kondisi geopolitik yang memanas,” ujar Amran usai rapat hilirisasi bersama BUMN pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin.

Baca Juga:

Menurut Amran, setelah sektor pangan dinilai semakin kuat, pemerintah kini mengarahkan fokus pada penguatan kemandirian energi melalui pemanfaatan biofuel dan bioetanol.


“Pangan sudah relatif terkendali. Bahkan pada bulan Ramadan, beras tidak menjadi penyumbang inflasi. Selanjutnya, kita dorong realisasi janji Presiden untuk menghentikan impor solar dengan menggantinya melalui biofuel sawit B50, yang mencapai 5,3 juta ton,” jelasnya.

Baca Juga:

Selain biofuel, Kementan juga mendorong pengembangan bioetanol melalui program E20, yakni campuran etanol dan bensin yang bersumber dari komoditas pertanian seperti jagung, ubi kayu, dan tebu.


“Semua bahan baku itu tersedia di Indonesia. Bahkan, produk samping industri gula seperti molase atau tetes yang selama ini diekspor sekitar 1 juta ton, bisa diolah menjadi etanol,” tambahnya.


Amran menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus energi nasional.


“Ke depan, kita ingin mandiri energi dan mandiri pangan. Ini harus dilakukan bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan bahwa sektor pertanian kini memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi nasional.


“Swasembada pangan sudah kita raih, dan selanjutnya kita bergerak menuju kemandirian energi. Pertanian memiliki kontribusi besar melalui pengembangan bioenergi,” ujarnya.


Untuk mempercepat implementasi di lapangan, Kementan juga memperkuat sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai motor penggerak hilirisasi. Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung program tersebut.


“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menindaklanjuti arahan Presiden. BUMN akan mengoptimalkan berbagai potensi yang ada guna memperkuat kemandirian dan independensi energi nasional,” ungkapnya.


Melalui akselerasi pengembangan biofuel dan bioetanol, pemerintah menargetkan terciptanya kemandirian energi berbasis pertanian, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri serta kesejahteraan petani.


Dengan sinergi antara Kementerian Pertanian, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan, program hilirisasi diharapkan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran, sehingga Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi tantangan global. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar