Senin, 06 April 2026

Produksi Padi Jawa Barat Diamankan, Kementan Perkuat Strategi Antisipasi Kemarau 2026

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 28 Maret 2026 06:06 WIB
Produksi Padi Jawa Barat Diamankan, Kementan Perkuat Strategi Antisipasi Kemarau 2026
Petugas meninjau kondisi lahan persawahan di Jawa Barat dalam upaya antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 guna menjaga ketersediaan air dan produksi padi tetap optimal. (Dok/Kementerian Pertanian)
Jawa Barat (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung pada April hingga Oktober. Upaya ini difokuskan pada penguatan ketersediaan air dan dukungan benih guna menjaga produksi padi tetap optimal serta memastikan pasokan pangan tetap aman.

Dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dengan luas baku lahan sawah sekitar 900.772 hektare, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, bantuan pompa air, serta optimasi lahan non-rawa.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas di tengah tekanan iklim.

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor di lapangan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana serta Ketua Tim Pengelolaan Lahan dan Air (PLA), melaksanakan rapat koordinasi peningkatan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Garut dan Bandung, Rabu (25/3/2026). Rapat ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan terkait.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif secara menyeluruh untuk menghadapi musim kemarau, khususnya melalui penguatan irigasi dan pompanisasi guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian.

“Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” ujarnya.

Dengan langkah terkoordinasi ini, ketersediaan air untuk pertanian diharapkan tetap terjaga, sehingga produksi dan produktivitas padi di Provinsi Jawa Barat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau kondisi lapangan dan memastikan seluruh langkah mitigasi dapat berjalan efektif, sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah musim kemarau yang panjang. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar