Senin, 06 April 2026

Program Hutan Lestari Pertamina Hadirkan Harmoni Alam dan Kesejahteraan Masyarakat

Dirgahayu Ginting - Senin, 23 Maret 2026 11:00 WIB
Program Hutan Lestari Pertamina Hadirkan Harmoni Alam dan Kesejahteraan Masyarakat
Peserta mengikuti praktik budidaya lebah madu dalam program Hutan Lestari yang diinisiasi Pertamina di kawasan binaan. (Dok/Pertamina)

Jakarta (buseronline.com) - Program Hutan Lestari yang dijalankan PT Pertamina (Persero) menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan ekonomi, program ini menghadirkan dampak nyata di berbagai wilayah Indonesia.


Di lereng Gunung Agung, tepatnya di kawasan Hutan Mahawana Basuki Besakih, Bali, suara lonceng di Pura Kancing Gumi menjadi simbol harapan baru bagi keberlanjutan alam. Pasca-erupsi Gunung Agung pada 2017, kawasan tersebut sempat mengalami kerusakan ekosistem yang cukup parah.


Melalui filosofi Tri Hita Karana, Pertamina menghadirkan program reforestasi yang tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga:

Salah satu tokoh penggerak, I Nyoman Artana, menegaskan pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai penopang keseimbangan ekosistem Bali.


“Jika hulu tidak dijaga dengan baik, Bali akan rentan terhadap bencana dan perubahan iklim,” ujarnya.

Baca Juga:

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kelompok binaan masyarakat kini mampu memproduksi 100 hingga 150 kilogram madu per tahun, dengan nilai jual mencapai Rp500.000 per liter untuk madu kelanceng. Selain itu, pengembangan wisata berbasis alam turut meningkatkan pendapatan kelompok hingga sekitar Rp120 juta per bulan serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.


Semangat pelestarian juga tumbuh di Ulubelu. Di wilayah ini, seorang warga bernama Wastoyo mengalami perubahan besar dalam memandang hutan.


“Dulu kami menebang pohon untuk bertahan hidup. Sekarang kami sadar hutan adalah sumber kehidupan yang harus dijaga,” ungkapnya.


Melalui program Sekolah Hutan Lestari, kelompok KUPS Margo Rukun dibina untuk mengembangkan budidaya berbasis hutan secara berkelanjutan. Mereka menanam lebih dari 50.000 bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) serta mengolah limbah kopi menjadi pupuk organik melalui unit Pertaganik Bestari.


Hasilnya, kelompok tersebut mampu mencatat omzet hingga Rp2,2 M per tahun. Bahkan, model budidaya yang dikembangkan telah diadopsi oleh berbagai perusahaan sebagai standar rehabilitasi lahan di wilayah Lampung.


Sementara itu, di wilayah pesisir Cilacap, upaya pelestarian mangrove menjadi kisah inspiratif lainnya. Wahyono yang sempat dianggap “gila” karena menanam mangrove di lahan gersang, kini berhasil mengubah kawasan tersebut menjadi pusat eduwisata.


“Dulu semuanya gersang, tetapi saya yakin mangrove adalah ‘pabrik’ alami kita,” ujarnya.


Melalui pembibitan mandiri, Wahyono mampu memproduksi hingga 800 ribu bibit mangrove setiap tahun. Kawasan tersebut kini diakui sebagai model pemulihan ekosistem pesisir oleh berbagai peneliti.


Dilansir dari laman Pertamina, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa berbagai capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan nasional.


“Pertamina membuktikan bahwa menjaga energi bumi bisa sejalan dengan menghidupkan kemandirian masyarakat. Hutan tidak hanya dijaga agar tidak rusak, tetapi dirawat agar terus memberi kehidupan,” ujarnya.


Secara keseluruhan, program Hutan Lestari telah menanam lebih dari delapan juta pohon produktif dan mangrove, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui integrasi reforestasi, ekonomi, dan edukasi.


Inisiatif ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kelaparan, konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta aksi terhadap perubahan iklim. Selain itu, program ini selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi landasan operasional Pertamina dalam menjalankan bisnis berkelanjutan.


Dengan berbagai capaian tersebut, Hutan Lestari menjadi contoh nyata bahwa harmoni antara manusia dan alam dapat terwujud sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar