Senin, 06 April 2026

Ketangguhan Perempuan dan Ekonomi Keluarga Diperkuat di Momentum Idulfitri 1447 H

Dirgahayu Ginting - Minggu, 22 Maret 2026 10:35 WIB
Ketangguhan Perempuan dan Ekonomi Keluarga Diperkuat di Momentum Idulfitri 1447 H
Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati.

Jakarta (buseronline.com) - Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat ketangguhan perempuan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.


Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menegaskan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan rumah tangga, terutama dalam pengelolaan keuangan keluarga.


“Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan keluarga, memastikan kebutuhan terpenuhi, walaupun kondisi ekonomi sedang tidak mudah,” ujar Anis dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Baca Juga:

Ia mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi masih dirasakan masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga daya beli yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut membuat perempuan kerap harus mencari cara tambahan, termasuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga.


“Kita tidak bisa menutup mata, harga-harga kebutuhan sehari-hari masih terasa tinggi bagi banyak keluarga. Situasi ini membuat perempuan sering kali harus mencari cara tambahan, bahkan ikut menambah penghasilan keluarga,” lanjutnya.

Baca Juga:

Meski demikian, Anis menegaskan bahwa mencari nafkah bukan merupakan tugas utama perempuan. Peran tersebut pada dasarnya berada pada laki-laki, sementara perempuan berperan penting dalam menjaga dan mengelola kehidupan keluarga.


“Perlu dipahami, mencari nafkah bukan tugas utama perempuan. Maka ketika perempuan ikut berkontribusi dalam ekonomi keluarga, itu adalah bentuk dukungan dan kekuatan tambahan, bukan kewajiban utama,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.


Menurutnya, kondisi saat ini justru menuntut adanya kerja sama yang lebih kuat antara suami dan istri dalam mengelola ekonomi rumah tangga.


“Mengelola ekonomi keluarga itu membutuhkan kerja sama. Suami dan istri perlu saling memahami, berkomunikasi dengan baik, dan berbagi peran secara bijak. Dengan begitu, beban tidak bertumpu pada satu pihak, dan keluarga bisa lebih kuat menghadapi tantangan,” jelasnya.


Lebih lanjut, Anis menilai ketangguhan perempuan Indonesia perlu didukung dengan kebijakan yang berpihak, khususnya dalam penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


“Perempuan punya potensi besar, terutama di sektor UMKM. Karena itu, akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial harus benar-benar diperkuat, supaya perempuan bisa lebih berkembang secara ekonomi,” tambahnya.


Pada momentum Idulfitri, dilansir dari laman DPR, ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok yang masih terdampak kondisi ekonomi.


“Idulfitri mengingatkan kita untuk saling peduli. Di tengah situasi yang menantang, semangat berbagi dan gotong royong menjadi sangat penting untuk menjaga kekuatan sosial kita,” ujarnya.


Ia berharap perempuan Indonesia ke depan tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga memiliki ruang dan dukungan yang lebih luas dalam keluarga maupun masyarakat.


“Harapan saya, perempuan Indonesia bisa semakin tangguh tanpa harus menanggung beban sendirian. Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, serta saling memahami peran masing-masing, keluarga akan menjadi lebih kokoh. Dari keluarga yang kuat dan harmonis, ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga,” pungkasnya. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar