Senin, 06 April 2026

Harga dan Pasokan Cabai Stabil, Langkah Kementan Diapresiasi Masyarakat

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 21 Maret 2026 18:32 WIB
Harga dan Pasokan Cabai Stabil, Langkah Kementan Diapresiasi Masyarakat
Petani memanen cabai di lahan pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas cabai di sejumlah daerah. (Dok/Kementerian Pertanian)
Jakarta (buseronline.com) - Upaya Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan nasional mulai menunjukkan hasil nyata. Pasokan cabai yang terjaga berdampak pada harga yang semakin terkendali, baik di tingkat konsumen maupun produsen.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan keseimbangan antara pasokan dan harga pangan tetap stabil.

“Menjaga pasokan pangan, menjaga harga di tingkat konsumen, serta memastikan harga pangan sesuai dengan harga acuan pemerintah (HAP) menjadi fokus utama kami. Dengan langkah konkret di lapangan, kami pastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang wajar,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Di lapangan, tren harga cabai menunjukkan perbaikan signifikan. Salah satu pelaku usaha percabaian di Pasar Pare, Kediri, Jawa Timur, Mbah Yono, menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan harga berbagai jenis cabai, khususnya cabai rawit merah.

“Terutama cabai rawit merah, saat ini harga maksimal di kisaran Rp57.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat melampaui harga acuan di tingkat konsumen,” katanya.

Dari sisi petani, kondisi serupa juga dirasakan. Sumarna, Champion Cabai dari Garut, mengonfirmasi adanya penurunan harga di tingkat produsen seiring meningkatnya produksi.

“Harga cabai rawit merah hari ini berkisar Rp55.000 per kilogram, setelah beberapa hari sebelumnya sempat berada di atas harga acuan pemerintah. Ini sejalan dengan kondisi panen yang sedang tinggi,” jelasnya.

Stabilnya harga cabai ditopang oleh ketersediaan pasokan yang memadai. Berdasarkan data early warning system (EWS) Direktorat Jenderal Hortikultura, neraca produksi cabai pada Maret berada dalam kondisi surplus, dengan cabai rawit merah diperkirakan surplus sebesar 46.868 ton dan cabai besar sebesar 8.282 ton. Produksi yang melimpah menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan pasar.

Surplus tersebut berasal dari sejumlah sentra produksi utama seperti Blitar, Magelang, dan Garut yang tengah memasuki masa panen. Puncak panen di berbagai wilayah ini meningkatkan volume pasokan ke pasar sehingga mampu mengimbangi lonjakan permintaan, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Nasional, Ardhy, menilai kondisi produksi cabai yang melimpah menjadi momentum penting untuk memperkuat stabilitas pasokan dan harga di pasar.

“Panen berlangsung baik di berbagai sentra, sehingga pasokan melimpah dan bahkan surplus. Kami siap mendukung distribusi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga,” ungkapnya.

Di sisi konsumen, masyarakat memberikan apresiasi terhadap langkah konkret pemerintah yang menghadirkan cabai dengan harga terjangkau, baik di wilayah DKI Jakarta maupun di berbagai sentra produksi. Upaya ini dinilai efektif dalam memotong rantai distribusi sehingga harga dapat lebih stabil.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muh Taufiq Ratule, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas cabai tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.

“Produksi yang meningkat di berbagai sentra telah mampu mengompensasi lonjakan permintaan, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan. Ini menunjukkan sistem produksi dan distribusi kita semakin solid,” ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muh Agung Sunusi, menambahkan bahwa penguatan konektivitas distribusi akan terus dilakukan agar pasokan tetap lancar hingga ke pasar-pasar utama.

“Panen cabai saat ini tersebar di berbagai wilayah sentra produksi seperti Garut, Blitar, dan Magelang, dan kami pastikan distribusinya berjalan lancar hingga ke pasar-pasar utama, termasuk di Jakarta. Melalui aksi menghadirkan cabai harga terjangkau, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengakses komoditas ini sesuai HAP, sekaligus menjaga kesejahteraan petani,” pungkasnya. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar