Jakarta (buseronline.com) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam program Mata Najwa bertajuk Presiden Menjawab, Kamis.
Dalam pernyataannya, dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan syarat mutlak bagi suatu negara untuk dapat berdiri mandiri di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Kalau kita ingin benar-benar merdeka, kita harus mampu menjamin kebutuhan pangan kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo.
Baca Juga:
Ia juga mengingatkan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan visi Soekarno yang sejak awal kemerdekaan telah menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, tanpa kekuatan di sektor pangan, kemerdekaan suatu bangsa hanya bersifat simbolik.
“Bung Karno selalu bicara pertanian,” ujarnya.
Baca Juga:
Sebagai langkah konkret, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui optimalisasi lahan, pembangunan infrastruktur irigasi, serta penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian. Selain itu, pengembangan riset dan inovasi juga menjadi fokus utama, termasuk melalui peran IPB University.
Presiden juga menyoroti perubahan lanskap global yang semakin saling terhubung, di mana konflik di satu kawasan dapat berdampak luas terhadap negara lain. Ia mencontohkan Perang Rusia-Ukraina yang memicu lonjakan harga pangan dunia akibat terganggunya pasokan komoditas seperti gandum dan jagung.
“Perang Ukraina berdampak ke kita karena gandum dan jagung naik,” katanya.
Menurut Presiden, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bahwa ketergantungan terhadap impor pangan memiliki risiko tinggi di tengah ketidakpastian global. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kemandirian pangan dengan memaksimalkan potensi dalam negeri.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan strategis di sektor pertanian, termasuk peningkatan kesejahteraan petani, stabilisasi harga, serta jaminan distribusi pangan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau 200 tahun lalu perang di Eropa tidak berpengaruh untuk kita. Sekarang perang di mana saja berpengaruh,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis Indonesia mampu mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi bangsa di tengah tantangan global.
“Jadi sekali lagi, saya lihat kalau kita ingin merdeka kita harus menjamin sumber pangan kita,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar