Senin, 06 April 2026

Mentan Amran “Bikin Ribut” di Tengah Minggu Tenang Jelang Lebaran

Dirgahayu Ginting - Rabu, 18 Maret 2026 06:12 WIB
Mentan Amran “Bikin Ribut” di Tengah Minggu Tenang Jelang Lebaran
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau kondisi alat dan mesin pertanian (alsintan) di salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian di Maros, Senin (16/3/2026). (Dok/Kementerian Pertanian)
Makassar (buseronline.com) - Di tengah suasana menjelang Hari Raya Idulfitri yang cenderung tenang, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman justru membuat gebrakan dengan menegur keras jajaran di lapangan usai menemukan kondisi alat dan mesin pertanian (alsintan) serta lahan pertanian yang dinilai tidak terawat.

Peristiwa tersebut terjadi saat Mentan Amran melakukan peninjauan pertanaman padi untuk perbenihan di salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin.

Peninjauan yang awalnya bertujuan memastikan kesiapan produksi benih padi itu berubah menjadi evaluasi mendadak setelah Mentan menemukan sejumlah alsintan dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa traktor terlihat kotor, dipenuhi lumpur, dan tidak dirawat dengan baik setelah digunakan.

“Pertanyaannya, salah tidak kamu lakukan semua itu? Sudah pakai alsintan tidak dicuci. Ini mahal, ini uang rakyat,” tegas Amran di hadapan sejumlah pegawai.

Menurutnya, kelalaian dalam merawat alsintan bukan hanya mencerminkan lemahnya disiplin kerja, tetapi juga menunjukkan kurangnya tanggung jawab terhadap aset negara yang berasal dari pajak masyarakat.

“Setiap baut itu adalah uang rakyat. Ini bentuk ketidakpedulian,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Mentan Amran juga menyoroti kondisi lahan sawah di lokasi tersebut yang tergenang air dan tidak dikelola secara optimal. Padahal, kawasan tersebut seharusnya menjadi percontohan pengembangan benih padi di wilayah Sulawesi.

“Kenapa tidak dipompa? Kenapa tidak dikerjakan? Harusnya jadi percontohan, tapi justru yang paling buruk,” katanya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Mentan Amran langsung mengambil langkah tegas dengan memerintahkan pemberian sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab. Ia bahkan meminta agar diberikan Surat Peringatan Ketiga (SP3) sebagai bentuk peringatan terakhir.

“Kasih SP3, ini peringatan terakhir,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Mentan Amran juga langsung menghubungi pejabat terkait di lingkungan Kementan untuk memastikan penegakan disiplin segera dilakukan, termasuk kepada pimpinan unit kerja setempat.

Langkah tegas ini menjadi pesan bahwa tidak ada toleransi terhadap kelalaian dalam pengelolaan aset pertanian negara. Menurutnya, alsintan merupakan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian sehingga harus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal.

Selama ini, Kementerian Pertanian telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan ke daerah guna mendorong mekanisasi pertanian dan meningkatkan produksi pangan nasional. Oleh karena itu, setiap aset tersebut harus diperlakukan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan sektor pertanian.

Mentan Amran menegaskan bahwa pengawasan terhadap aset negara akan terus diperketat. Ia menilai keberpihakan kepada petani tidak hanya diwujudkan melalui program bantuan, tetapi juga melalui kedisiplinan dalam menjaga dan mengelola setiap aset yang berasal dari uang rakyat.

“Tidak boleh ada kompromi terhadap kelalaian. Ini semua untuk kepentingan petani dan bangsa,” pungkasnya. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar