Kamis, 30 April 2026

Mudik Gratis Jadi Momen Pedagang Bakso Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi

Selasa, 17 Maret 2026 09:00 WIB
Mudik Gratis Jadi Momen Pedagang Bakso Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi
Gubernur Ahmad Luthfi menerima sebungkus bakso dari peserta program Mudik Gratis Lebaran 2026 di dalam bus keberangkatan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Dok/Jatengprov)

Jakarta (buseronline.com) - Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disambut antusias oleh ribuan peserta. Berbagai cara dilakukan para pemudik untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas fasilitas yang diberikan pemerintah.


Salah satu momen menarik terjadi saat seorang pedagang bakso asal Karanganyar, Lulik Setiyawan, memberikan sebungkus bakso kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebagai bentuk rasa terima kasih karena telah mengadakan program mudik gratis setiap tahun.


Momen tersebut terjadi ketika Ahmad Luthfi menyapa para peserta Mudik Gratis Pemprov Jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Senin.


Peristiwa itu berlangsung saat Gubernur meninjau para pemudik di bus nomor 21 dengan tujuan Karanganyar. Ketika berdialog dengan penumpang, tiba-tiba Lulik menyodorkan sebungkus bakso yang khusus dibuat untuk sang gubernur.


“Kamu pekerjaannya apa, sudah ikut mudik gratis berapa kali?” tanya Ahmad Luthfi saat menyapa Lulik.


Lulik kemudian menjelaskan bahwa dirinya bekerja sebagai pedagang bakso keliling di kawasan Jakarta Selatan. Ia juga mengaku telah mengikuti program mudik gratis Pemprov Jawa Tengah sejak tahun 2016.


Sebagai ungkapan rasa syukur, Lulik pun memberikan sebungkus bakso yang dibuat khusus untuk sang gubernur.


“Pak, ngapunten. Niki kula damelke khusus kagem Pak Gubernur (Pak, maaf. Ini saya buatkan khusus untuk Pak Gubernur),” ujar Lulik sambil tersenyum.


Dilansir dari laman Jatengprov, Ahmad Luthfi menerima pemberian tersebut dengan diselingi tawa hangat. Ia juga membalas dengan memberikan paket berisi makanan ringan kepada Lulik sebagai bekal selama perjalanan mudik.


“Top, dikasih bakso aku. Besok baliknya ikut program Balik Rantau Gratis juga? Bisa ngirit dong. Penting senang dan sehat ya,” kata Luthfi.


Saat ditemui di lokasi, Lulik menceritakan bahwa dirinya telah merantau ke Jakarta sejak lulus sekolah. Awalnya ia mengikuti orang tuanya yang juga merantau di ibu kota.


Setelah sempat bekerja serabutan dan membantu usaha keluarga, Lulik akhirnya memutuskan berjualan bakso keliling sendiri setelah menikah pada tahun 2012. Sementara itu, istrinya juga membantu perekonomian keluarga dengan berjualan jamu keliling.


“Hampir 25 tahun jualan. Dulu ikut orang tua di sini, terus sempat kerja, lalu mulai jualan bakso sendiri setelah menikah pada tahun 2012,” ujarnya.


Dari usaha tersebut, Lulik memperoleh penghasilan kotor sekitar Rp5 juta per bulan. Namun penghasilan itu masih harus digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti modal usaha, kontrak rumah, serta kebutuhan hidup sehari-hari.


Ia mengungkapkan biaya kontrakan rumah yang ditempati bersama keluarga mencapai sekitar Rp800 ribu per bulan, belum termasuk biaya makan, listrik, dan air yang jika ditotal bisa mencapai sekitar Rp1 juta per bulan.


Selain kebutuhan sehari-hari, Lulik juga harus menyisihkan sebagian penghasilannya untuk biaya pendidikan anak. Saat musim Lebaran tiba, pengeluaran keluarga biasanya meningkat karena harus membeli tiket mudik ke kampung halaman.


“Tiket bus ke Karanganyar saat Lebaran bisa sampai Rp600 ribu per orang,” katanya.


Karena itu, menurut Lulik, program mudik gratis dari Pemprov Jawa Tengah sangat membantu dirinya dan keluarga.


“Mudik gratis ini sangat membantu sekali buat saya sekeluarga. Saya sudah ikut program ini sejak 2016. Dulu daftarnya masih antre di Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah, sekarang sudah bisa lewat aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni,” ujarnya.


Cerita perjuangan serupa juga disampaikan oleh Bejo Fauzan yang berjualan bakso di kawasan Tanah Kusir.


Ia mengaku telah merantau dan berjualan bakso sejak tahun 1994. Usahanya dimulai dari berjualan keliling menggunakan pikulan, kemudian menggunakan sepeda ontel, berlanjut dengan gerobak keliling, hingga akhirnya mampu membuka warung kecil.


Kini Bejo menyewa sebuah bangunan di Tanah Kusir dengan biaya kontrak sekitar Rp3,5 juta per bulan. Dari usaha tersebut ia memperoleh pendapatan sekitar Rp6–7 juta per bulan.


“Di sini baru empat tahun. Dulu warung tempel di depan situ, dulunya bangunan ini untuk warteg. Begitu sudah tidak digunakan, saya masuk dan kontrak,” ujarnya.


Meski telah puluhan tahun merantau, Bejo mengaku baru tahun ini mengetahui adanya program mudik gratis dari Pemprov Jawa Tengah. Informasi tersebut ia peroleh dari Lulik, yang kemudian membantu mendaftarkan keluarganya.


“Baru tahu tahun ini dari Mas Lulik, lalu saya minta tolong didaftarkan sekeluarga. Bersyukur sekali ada program mudik gratis ini. Lumayan uangnya bisa untuk beli susu anak dan bekal Lebaran di kampung,” tuturnya.


Melalui program Mudik Gratis tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat membantu masyarakat perantauan pulang ke kampung halaman dengan lebih aman, nyaman, dan terjangkau menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Prabowo Tinjau Renovasi SMA Negeri 1 Cilacap, Ajak Siswa Nyanyikan Lagu Kebangsaan
Presiden Prabowo Kunjungi Cilacap dan Banyumas, Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu
Pemprov Sumut Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Basis Data Pembangunan
Wali Kota Medan: May Day 2026 Harus Jadi Momentum Perkuat Sinergi dengan Buruh
Pemprov Jabar Tindak Tegas Truk ODOL di Sukabumi, Pelanggar Terancam Pidana
Mendikdasmen Resmikan 34 Sekolah Hasil Revitalisasi di Banyumas dan Cilacap
komentar
beritaTerbaru