Rabu, 15 April 2026

Tradisi Mudik Lebaran Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Jawa Tengah

Selasa, 17 Maret 2026 06:24 WIB
Tradisi Mudik Lebaran Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Jawa Tengah
Ribuan peserta program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersiap menaiki armada bus di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Dok/Jatengprov)

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut antusias kedatangan para pemudik Lebaran 2026 dari berbagai daerah. Tradisi mudik dinilai tidak hanya menjadi momentum untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, tetapi juga mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.


Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai melepas belasan ribu peserta program Mudik Gratis Jateng 2026 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Senin.


Menurut Luthfi, dilansir dari laman Jatengprov, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut para pemudik, mulai dari infrastruktur, hotel, hingga penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah tujuan mudik.


“Makanya kami sudah siapkan infrastruktur, hotel-hotel, bahkan sampai UMKM di tempat-tempat strategis dan kampung-kampung tujuan mudik,” kata Ahmad Luthfi.


Ia menjelaskan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dengan jumlah pemudik terbesar setiap tahunnya. Selain menjadi tujuan utama, wilayah ini juga menjadi jalur perlintasan pemudik dari kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat menuju Jawa Timur, maupun sebaliknya.


Dengan tingginya mobilitas masyarakat tersebut, pemerintah daerah berharap pergerakan pemudik dapat meningkatkan perputaran uang dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Jawa Tengah.


Luthfi menambahkan bahwa kesiapan menyambut para pemudik telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan kota hingga tingkat desa. Ia menilai momentum mudik perlu dimanfaatkan sebagai peluang untuk menumbuhkan aktivitas ekonomi di daerah masing-masing.


“Jadi kebutuhan dasar pemudik harus terlayani, termasuk pemudik di tempat-tempat tertentu. Silakan belanjakan uang sakunya di Jawa Tengah, khususnya di UMKM,” jelasnya.


Selain menjadi daerah tujuan, Jawa Tengah juga sering menjadi titik istirahat bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh. Oleh karena itu, Luthfi mengimbau para pemudik agar memanfaatkan berbagai fasilitas istirahat yang tersedia di wilayahnya.


“Silakan istirahat dan tidur di penginapan yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.


Berdasarkan perkiraan pemerintah daerah, pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini terdapat sekitar 17 juta orang yang akan masuk maupun melintas di wilayah Jawa Tengah. Sebagian di antaranya menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan akhir perjalanan, sementara lainnya hanya melintas menuju wilayah lain.


Dalam program Mudik Lebaran tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 35 kabupaten/kota, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta sejumlah instansi lainnya telah menyiapkan 348 armada bus untuk mengangkut pemudik.


Rinciannya, sebanyak 325 unit bus diberangkatkan dari Jakarta dengan total 16.186 pemudik, sementara 23 unit bus lainnya diberangkatkan dari Bandung dengan jumlah 1.133 pemudik.


Selain menggunakan moda transportasi bus, pemerintah juga menyediakan layanan mudik gratis menggunakan kereta api yang akan diberangkatkan oleh Gubernur Jawa Tengah pada Selasa (17/3/2026). Program tersebut menyediakan sekitar 1.288 kursi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung.


Melalui berbagai persiapan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap tradisi mudik Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Timnas Indonesia Indoor Skydiving Tembus 10 Besar Dunia di World Cup 2026
Pemkab Taput Percepat Pemenuhan Air Bersih Pascabencana
KPK Soroti Risiko Korupsi dalam Pengembangan KEK Galang Batang
Pameran UMKM Meriahkan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara, 53 Stan Ikut Berpartisipasi
17.372 Guru Non-ASN di Jepara Disasar Program Kartu Guru Sejahtera 2026
KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar
komentar
beritaTerbaru