Selasa, 26 Mei 2026

Kementan Siapkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu pada 2026 untuk Dukung Swasembada Gula

Minggu, 15 Maret 2026 06:00 WIB
Kementan Siapkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu pada 2026 untuk Dukung Swasembada Gula
Tanaman Tebu tumbuh di area perkebunan sebagai salah satu komoditas strategis penghasil gula nasional. (Dok/Kementerian Pertanian RI)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat.

Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan sebanyak 5,9 miliar mata benih tebu untuk pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare di 10 provinsi dan 74 kabupaten di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas areal tanam tebu sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan tebu rakyat guna memenuhi kebutuhan gula nasional secara berkelanjutan.

Dilansir dari laman Kementerian Pertanian RI, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan komoditas tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

Menurutnya, berbagai pembenahan terus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir agar sistem produksi gula nasional semakin kuat.

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” kata Amran dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Ia juga menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026. Target tersebut diharapkan tercapai melalui perluasan serta optimalisasi lahan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Upaya percepatan ini sebelumnya telah dimulai pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani.

Bantuan itu setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program tersebut dilaksanakan di tujuh provinsi dan 56 kabupaten.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa ketersediaan benih unggul merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas serta rendemen tebu di tingkat pekebun.

“Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” kata Roni.

Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta para pekebun agar proses penyaluran benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan penguatan benih serta perluasan pengembangan tebu rakyat, pemerintah optimistis produksi gula nasional akan terus meningkat.

Selain memperkuat pasokan gula dalam negeri, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
Kementan Percepat Penetapan CPCL untuk Kejar Target Pengembangan Tebu Nasional 2026
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
AC Milan Tumbang dari Cagliari, Rossoneri Tutup Musim dengan Kekalahan
Pemprov Sumut Klarifikasi Anggaran Pembangunan Tower B RS Haji Medan
Juventus Gagal ke Liga Champions Usai Ditahan Imbang Torino 2-2
komentar
beritaTerbaru