Semarang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong penguatan gerakan wakaf sosial sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran program wakaf sosial yang diinisiasi oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, serta Dompet Dhuafa di Semarang, Rabu malam.
Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, wakaf sosial merupakan sebuah terobosan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial keagamaan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Wakaf sosial ini diperuntukkan bagi kegiatan yang bersifat keagamaan dan sosial, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” ujar Gus Yasin.
Menurutnya, gerakan wakaf perlu terus diperluas agar menjadi sarana amal berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan umat.
Pada hari yang sama, dilansir dari laman Jatengprov, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program tersebut mendapat sambutan positif, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Gus Yasin menilai Jawa Tengah memiliki modal kuat dalam mengembangkan gerakan filantropi Islam. Salah satunya melalui kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai menjadi rujukan di tingkat nasional.
Ia menyebutkan, selama sekitar satu dekade terakhir ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.
“Setiap bulan alhamdulillah terkumpul paling tidak sekitar Rp8 M dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Keberhasilan pengelolaan zakat tersebut, lanjutnya, menjadi inspirasi untuk memperkuat pengelolaan wakaf agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menekankan pentingnya memberi teladan dalam menggerakkan wakaf. Ia mengungkapkan bahwa pada hari yang sama dirinya telah dua kali meluncurkan QR wakaf sebagai bentuk ajakan nyata kepada masyarakat untuk berpartisipasi.
Karena itu, ia juga mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk turut berpartisipasi aktif dalam gerakan wakaf.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan peluncuran program wakaf sosial tersebut merupakan bentuk sinergi Bank Indonesia bersama Dompet Dhuafa untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.
Program Wakaf Sosial Bank Indonesia menghadirkan tiga program utama, yakni wakaf air melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat, wakaf renovasi masjid untuk meningkatkan kelayakan tempat ibadah, serta wakaf ambulans guna mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Jawa Tengah.
Melalui inisiatif tersebut, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses air bersih, fasilitas ibadah yang lebih layak, serta layanan kesehatan yang memadai.
Pada kesempatan yang sama, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial, di antaranya Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, Panti Asuhan Al-Amanah, serta Special Olympics Indonesia Jawa Tengah.
Total bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp70 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu berbagai lembaga sosial dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar