Selasa, 26 Mei 2026

545 Ton Produk Unggas Diekspor ke Tiga Negara, Kementan Catat Nilai Rp18,2 M

Kamis, 05 Maret 2026 09:12 WIB
545 Ton Produk Unggas Diekspor ke Tiga Negara, Kementan Catat Nilai Rp18,2 M
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor produk unggas ke tiga negara di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Dok/Kementan RI)

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor sebanyak 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 M ke tiga negara, yakni Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Ekspor dilakukan secara bertahap hingga 31 Maret 2026.


Pelepasan ekspor tersebut digelar di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa. Langkah ini menegaskan posisi industri perunggasan nasional yang tidak hanya telah swasembada ayam dan telur, tetapi juga mulai memperluas ekspansi ke pasar global.


“Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan seterusnya. Nah ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain. Sekarang ada 10 tujuan negara langganan ekspor kita. Hari ini ada tiga negara tujuan kita akan kirim telur, ayam, atau produk unggas dan turunannya,” tegas Amran.


Ia menekankan, keberhasilan ekspor tersebut menjadi bukti Indonesia tidak bergantung pada impor ayam dan mampu memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan dunia, khususnya dalam penyediaan sumber protein.


“Kita sepakat bagaimana menjadi lumbung pangan dunia. Karbohidrat dan protein. Sekarang protein, ini dari, khususnya dari unggas, sudah swasembada dan ekspor,” ujarnya.


Menurut Amran, dilansir dari laman Kementan RI, lonjakan produksi unggas dalam negeri tidak boleh berdampak pada anjloknya harga di tingkat peternak. Untuk itu, pemerintah mengendalikan surplus melalui mekanisme penyerapan domestik, termasuk pemanfaatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperluas akses ekspor guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga.


Ekspor tersebut dilakukan oleh empat perusahaan nasional. Kontribusi terbesar berasal dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang mengekspor 517 ton telur konsumsi atau setara 8,13 juta butir ke Singapura dengan nilai Rp15,90 M. Pada 3 Maret 2026 saja, perusahaan tersebut mengirim 41,3 ton telur senilai sekitar Rp1,2 M.


Selain itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mengekspor enam ton olahan ayam ke Singapura senilai sekitar Rp1 M. PT Taat Indah Bersinar mengirim 22 ton olahan ayam dan karkas ke Timor Leste dengan nilai Rp837 juta. Sementara PT Malindo Food Delight menembus pasar Jepang melalui pengiriman enam ton produk olahan seperti nugget dan karaage senilai Rp271,3 juta.


Bagi pelaku usaha, ekspor ini memberikan kepastian pasar di tengah produksi nasional yang melimpah. Pemerintah memanfaatkan surplus tersebut untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus memperluas akses pasar global.


Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyampaikan keberhasilan ekspor tidak terlepas dari penguatan sistem kesehatan hewan, jaminan keamanan pangan, serta pengawasan berbasis standar internasional.


“Setiap produk yang diekspor telah melalui proses sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai persyaratan negara tujuan. Kami memastikan aspek traceability, biosekuriti, dan keamanan pangan terpenuhi agar ekspor berkelanjutan,” ujarnya.


Ia menambahkan, pembukaan dan pemeliharaan akses pasar luar negeri dilakukan melalui diplomasi veteriner yang intensif.


“Kami terus memperkuat komunikasi teknis dengan otoritas veteriner negara mitra. Kepercayaan pasar internasional harus dijaga dengan konsistensi mutu dan kepatuhan terhadap standar,” katanya.


Dengan produksi yang melimpah dan pasar ekspor yang terus tumbuh, industri perunggasan nasional dinilai berada pada posisi yang semakin kuat. Kementan menegaskan akan terus mengawal keseimbangan antara surplus produksi, stabilitas harga di tingkat peternak, serta perluasan pasar global guna memperkuat daya saing unggas Indonesia di kancah internasional. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
Kementan Percepat Penetapan CPCL untuk Kejar Target Pengembangan Tebu Nasional 2026
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
komentar
beritaTerbaru