Bandung (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengajak para pengusaha besar dan menengah yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jabar untuk turut memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di provinsi ini.
Erwan menekankan pentingnya peran pengusaha senior sebagai mentor bagi pelaku UMKM agar dapat tumbuh bersama. Ajakan tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Japnas Jabar 2025–2030 di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Senin.
“Pengusaha besar dan menengah di Japnas ini harus menjadi mentor, menurunkan ilmunya bagi pelaku UMKM agar tumbuh bersama, karena tidak akan ada pengusaha besar kalau tidak ada pengusaha kecil,” ujar Erwan.
Erwan menuturkan, perekonomian Jawa Barat memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia serta ekosistem industri dan UMKM yang strategis.
Hingga akhir 2025, dilansir dari laman Jabarprov, jumlah UMKM di Jabar tercatat mencapai 5,4 juta unit, menjadikannya provinsi dengan jumlah UMKM terbanyak di Indonesia.
Dari total tersebut, usaha mikro mendominasi sebesar 85,02 persen, usaha kecil 13,60 persen, dan menengah besar 1,38 persen, yang tersebar di berbagai sektor, termasuk kuliner dan perdagangan.
“Saya berharap pengusaha di Japnas ini saling berkolaborasi dengan UMKM di Jabar,” pinta Wagub Erwan.
Selain itu, Erwan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar terbuka untuk bekerja sama dengan Japnas dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah. Ia optimistis pengurus baru Japnas Jabar mampu menghadirkan program konkret yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja baru.
“Saya yakin, kuncinya adalah membangun jejaring kolaborasi lintas sektor,” kata Erwan menutup sambutannya.
Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana pelaku UMKM memperoleh dukungan langsung dari pengusaha besar dan menengah, sehingga sektor UMKM semakin berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar