Selasa, 26 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,37%, Melebihi Nasional dan Turunkan Kemiskinan

Sabtu, 07 Februari 2026 06:06 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,37%, Melebihi Nasional dan Turunkan Kemiskinan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan pengarahan pada pembukaan Musrenbang 2026 dan konsultasi publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (6/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Semarang (buseronline.com) - Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,37 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan IV-2025, melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa. Tak hanya dari sisi makro, pertumbuhan itu juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, ditandai dengan penurunan angka kemiskinan dan membaiknya indikator sosial ekonomi lainnya.

Dilansir dari laman Jatengprov, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, tren positif tersebut harus terus dijaga sekaligus diarahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

“Angka kemiskinan kita bisa turunkan, kita semakin baik, maka ini perlu kita tingkatkan,” ujar Taj Yasin saat memberikan pengarahan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus difokuskan pada program-program yang menyentuh masyarakat bawah, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

“Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memaparkan, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025.

Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibandingkan Maret 2025, serta berkurang 51,52 ribu orang dibandingkan September 2024 yang mencapai 3,40 juta orang.

“Pertumbuhan kita inklusif, didukung oleh gini ratio di angka 0,350. Hal ini mengindikasikan ketimpangan pendapatan antarpenduduk semakin menyempit,” kata Sumarno.

Kinerja ekonomi daerah juga tercermin dari meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang kini mencapai Rp50,82 juta atau naik 5,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka mampu ditekan pada angka 4,32 persen per November 2025.

Meski begitu, Sumarno mengakui masih terdapat tantangan pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77 atau masih setara rata-rata nasional.

“IPM kita masih berada di rata-rata nasional yang tentu saja harus kita upayakan untuk peningkatannya,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, Pemprov Jateng telah menetapkan sejumlah arah kebijakan strategis menuju 2027. Sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah disiapkan sebagai tulang punggung baru perekonomian daerah.

Selain itu, revitalisasi alat praktik SMK serta peningkatan kompetensi guru berbasis industri menjadi prioritas guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami di Provinsi Jawa Tengah tentu saja tidak akan bisa mencapai kinerja-kinerja yang sudah ditetapkan, tanpa dukungan dan kolaborasi dari seluruh masyarakat Jawa Tengah,” pungkas Sumarno. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru