Selasa, 26 Mei 2026

Jabar Catat Peningkatan Luas Panen Padi dan Jagung pada 2025

Kamis, 05 Februari 2026 06:06 WIB
Jabar Catat Peningkatan Luas Panen Padi dan Jagung pada 2025
Infografis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menampilkan data perkembangan luas panen dan produksi padi di Provinsi Jawa Barat tahun 2025 berdasarkan angka tetap, yang menunjukkan tren peningkatan luas panen dan produksi sepanjang tahun. (Dok/Humas J
Bandung (buseronline.com) - Luas panen padi dan jagung di Jawa Barat sepanjang 2025 menunjukkan tren peningkatan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat luas panen padi bertambah 0,28 juta hektare atau naik 18,97 persen dibandingkan tahun 2024, dari 1,48 juta hektare menjadi 1,76 juta hektare pada 2025.

Kenaikan luas panen tersebut berdampak langsung pada produksi. Berdasarkan angka tetap 2025, produksi padi Jawa Barat mencapai 10,23 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 1,60 juta ton atau 18,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar, Ninik Anisah, mengatakan penghitungan produksi dilakukan melalui integrasi dua metode, yakni Survei Kerangka Sampel Area (KSA) untuk menghitung luas panen serta survei ubinan untuk mengukur produktivitas padi.

“Luas panen yang dihasilkan setiap subround mengalami peningkatan pada periode 2025 dibandingkan 2024,” ujar Ninik, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan data BPS, dilansir dari laman Humas Jabar, Kabupaten Indramayu menjadi wilayah dengan lahan baku sawah (LBS) terluas, yakni 126.088 hektare, disusul Karawang seluas 100.016 hektare dan Subang 91.797 hektare.

Secara rinci, peningkatan terbesar terjadi pada Subround 1 yang naik 38,54 persen atau 0,16 juta hektare dibandingkan periode sama tahun 2024. Subround 2 meningkat 10,72 persen atau 0,06 juta hektare, sementara Subround 3 naik 12,26 persen atau 0,05 juta hektare.

BPS juga memproyeksikan potensi luas panen padi pada Januari–Maret 2026 mencapai 0,42 juta hektare, atau naik 0,07 juta hektare (20,89 persen) dibandingkan realisasi periode sama tahun sebelumnya sebesar 0,35 juta hektare.

Sejalan dengan itu, potensi produksi padi pada triwulan pertama 2026 diperkirakan mencapai 2,48 juta ton, meningkat 0,45 juta ton atau 22,32 persen dibandingkan 2025 yang sebesar 2,03 juta ton.

Dari sisi beras, produksi Jawa Barat sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,91 juta ton atau naik 0,92 juta ton (18,54 persen) dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara potensi produksi beras pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 1,43 juta ton, meningkat 22,32 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Berdasarkan angka tetap 2025, produksi beras di Jawa Barat sebesar 5,91 juta ton beras, mengalami peningkatan 18,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak dari peningkatan produksi padi yang terjadi,” jelas Ninik.

Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan hasil Survei KSA jagung, luas panen jagung pipilan pada 2025 diperkirakan mencapai 108,67 ribu hektare atau meningkat 30,67 ribu hektare (39,33 persen) dibandingkan 2024 yang seluas 77,99 ribu hektare.

BPS mencatat puncak panen jagung terjadi pada Maret 2025 dengan luas panen 16,32 ribu hektare, sedikit lebih tinggi dibandingkan puncak panen 2024 yang mencapai 15,31 ribu hektare.

Adapun potensi luas panen jagung pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 42,60 ribu hektare atau naik 2,18 ribu hektare (5,39 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan hasil amatan KSA Desember 2025 dengan asumsi seluruh tanaman siap panen dipipil.

Peningkatan luas panen dan produksi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan Jawa Barat sekaligus menopang pasokan beras dan jagung nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru