Selasa, 26 Mei 2026

Rute Internasional Semarang Picu Lonjakan Investasi Singapura

Sabtu, 24 Januari 2026 06:06 WIB
Rute Internasional Semarang Picu Lonjakan Investasi Singapura
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) bersama jajaran Pemprov Jateng, pengelola bandara, dan maskapai melakukan peresmian pembukaan rute penerbangan internasional Semarang–Singapura di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Kamis (22/1/2026). (Dok/Dis
Semarang (buseronline.com) - Pembukaan kembali rute penerbangan internasional dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang berdampak positif terhadap peningkatan investasi di Jawa Tengah.

Rute Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dinilai semakin mempermudah mobilitas investor, khususnya dari Singapura yang menjadi salah satu negara penanam modal terbesar di provinsi ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan keberadaan penerbangan internasional langsung membawa keuntungan signifikan, tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga investasi.

“Kami melihat, begitu rute Semarang–Singapura dibuka dengan maskapai Scoot, banyak pelaku usaha dari Singapura yang datang langsung ke Jawa Tengah, khususnya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang mayoritas investornya berasal dari Singapura,” ujar Sakina di Kantor DPMPTSP Jateng, Kamis.

Menurut Sakina, penerbangan langsung dari Semarang ke Singapura memberikan efisiensi waktu perjalanan yang signifikan. Investor tidak lagi harus transit di Jakarta, sehingga akses menuju kawasan industri dan KEK Kendal menjadi jauh lebih cepat dan praktis.

“Dengan penerbangan langsung, waktu tempuh menjadi lebih singkat. Ini tentu meningkatkan minat investor untuk datang langsung melihat potensi dan perkembangan investasi di Jawa Tengah,” jelasnya.

Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Tengah, investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp11,43 T atau setara 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA) di Jawa Tengah. Dengan capaian tersebut, Singapura menempati posisi sebagai negara asal investor terbesar kedua setelah Hong Kong.

Sakina menjelaskan, sebagian besar investasi Singapura di Jawa Tengah masuk ke kawasan industri, khususnya KEK Kendal. Kawasan tersebut merupakan hasil konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd dari Singapura, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur kawasan industri berstandar internasional.

“Untuk penanaman modal di Jawa Tengah, investor Singapura memang dominan masuk ke kawasan industri. KEK Kendal menjadi salah satu magnet utama karena fasilitas dan infrastrukturnya terus berkembang,” paparnya.

Selain mendorong investasi di kawasan industri, dilansir dari laman Diskomdigi Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan pendekatan agar investor yang telah mapan memperluas investasinya ke daerah lain di Jawa Tengah. Strategi ini tidak hanya menyasar investor asal Singapura, tetapi juga penanam modal dari negara lain, termasuk investor domestik dan lokal.

“Kami membangun relasi yang baik dengan seluruh investor. Pendampingan juga terus kami lakukan, termasuk saat sistem OSS RBA sempat mengalami kendala. Kami duduk bersama, memfasilitasi, dan mencarikan solusi agar investasi tetap berjalan,” imbuh Sakina.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menaruh perhatian besar terhadap penguatan iklim investasi di daerah. Dalam berbagai kesempatan, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk berperan langsung sebagai manajer pemasaran investasi Jawa Tengah.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membuka kembali jalur penerbangan internasional dari Semarang, yang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 hingga 2024. Pada masa kepemimpinannya, Ahmad Luthfi menginisiasi pembukaan rute internasional Semarang–Malaysia pada September 2025, disusul rute Semarang–Singapura pada Desember 2025.

Dengan terbukanya kembali konektivitas internasional tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis arus investasi asing, khususnya dari Singapura, akan terus meningkat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di daerah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru