Progres Sekolah Rakyat di Medan Capai 73 Persen, Rico Waas: Tercepat di Indonesia
Medan (buseronline.com) Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Medan terhadap pembangunan Proy
Pendidikan 22 menit lalu
Semarang (buseronline.com) - Provinsi Jawa Tengah mencatatkan kinerja investasi tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan rilis resmi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang periode Januari–Desember 2025 mencapai Rp88,50 T.
Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 T dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp37,64 T. Dari sisi aktivitas usaha, total investasi tersebut terealisasi dalam 105.078 proyek, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.
Tingginya realisasi investasi tersebut menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang aman, mudah, dan kompetitif. Hal itu sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan.
“Kami berkomitmen menjadi manager marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Menurut gubernur, meningkatnya kepercayaan investor baik dari dalam maupun luar negeri menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Pemprov Jateng, kata dia, akan terus hadir sebagai mitra strategis investor.
“Pemerintah provinsi berkomitmen menjaga keamanan, kepastian hukum, dan kenyamanan berusaha agar investasi terus tumbuh,” tegasnya.
Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024, dilansir dari laman Humas Jateng, investasi Jawa Tengah pada 2025 mengalami lonjakan signifikan. Pada 2024, investasi tercatat sebesar Rp68,67 T, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi Rp88,50 T, atau bertambah Rp19,83 T setara 28,88 persen.
Lonjakan tersebut tidak terlepas dari percepatan perizinan, penguatan kawasan industri, serta terjaganya stabilitas daerah.
“Pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan setiap proyek berjalan tepat waktu,” kata Ahmad Luthfi.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan terdapat lima daerah yang menjadi kontributor terbesar realisasi PMA dan PMDN pada 2025.
Kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Kendal sebesar Rp15,86 T, Kota Semarang Rp11,15 T, Kabupaten Demak Rp9,06 T, Kabupaten Batang Rp6,73 T, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 T.
“Pemerataan investasi di kawasan Pantura dan sekitar kawasan industri strategis mulai terlihat. Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” ujar Sakina, Selasa.
Dari sisi sektor usaha, lima besar realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 didominasi industri pengolahan, yakni industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar Rp11,37 T, industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp9,70 T, industri karet dan plastik Rp8,96 T, industri tekstil Rp7,97 T, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 T.
Menurut Sakina, dominasi sektor manufaktur semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai basis industri nasional.
“Hal ini sejalan dengan strategi kami dalam mendorong hilirisasi dan industri padat karya, sehingga pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Adapun dari sisi negara asal PMA, lima besar investor di Jawa Tengah pada 2025 berasal dari Hong Kong senilai Rp12,92 T, Singapura Rp11,43 T, Republik Rakyat Tiongkok Rp10,13 T, Korea Selatan Rp4,96 T, dan Samoa Barat Rp2,96 T.
Selain itu, realisasi investasi sektor Usaha Kecil dan Mikro (UMK) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp22,143 T, terdiri atas Usaha Kecil Rp7,929 T dan Usaha Mikro Rp14,214 T. Angka tersebut meningkat 12 persen dibandingkan realisasi UMK tahun 2024 yang sebesar Rp21,52 T.
Dengan capaian investasi yang terus meningkat, Pemprov Jawa Tengah optimistis dapat menjaga kepercayaan investor asing dan domestik.
“Kami memastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” pungkas Sakina.
Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen Jawa Tengah untuk memperkuat posisi ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. (R)
Medan (buseronline.com) Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Medan terhadap pembangunan Proy
Pendidikan 22 menit lalu
Temanggung (buseronline.com) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekar
Ekonomi 57 menit lalu
Istanbul (buseronline.com) Aston Villa sukses menjuarai Liga Europa 2025/2026 usai membungkam Freiburg dengan skor telak 30 pada partai f
Olahraga 2 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 pada 1820 Mei
Hukum & Peristiwa 12 jam lalu
Bekasi (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2
Pendidikan 13 jam lalu
Bandung (buseronline.com) Sebanyak 150 siswa dari berbagai daerah di Jawa Barat resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Pendidikan Ka
Pendidikan 13 jam lalu
Bandung (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan seluruh siswa dari keluarga kurang mampu tetap mendapa
Pendidikan 14 jam lalu
Palembang (Buser online.com) Polda Sumatera Selatan bersama Divisi Humas Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino tahun
Hukum & Peristiwa 14 jam lalu
Garut (buseronline.com) Sebanyak 41 apoteker baru lulusan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Uni
Kesehatan 15 jam lalu
Bandung (buseronline.com) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyatakan kesiapan membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memverif
Pendidikan 16 jam lalu