Kamis, 11 Juni 2026

Aksi Kemanusiaan Relawan, Ribuan Porsi Makanan Tersalurkan ke Pengungsi Pekalongan

Rabu, 21 Januari 2026 06:04 WIB
Aksi Kemanusiaan Relawan, Ribuan Porsi Makanan Tersalurkan ke Pengungsi Pekalongan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau dapur umum dan distribusi bantuan bagi pengungsi banjir di Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026). (Dok/Humas Jateng)

Pekalongan (buseronline.com) - Di balik terpenuhinya kebutuhan makan ribuan warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terdapat kerja senyap para relawan yang tanpa lelah mengelola dapur umum dan mendistribusikan bantuan ke berbagai lokasi pengungsian.


Sejak banjir merendam sejumlah permukiman warga, relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan bahu-membahu membuka dapur umum, menghimpun bantuan dari masyarakat, hingga memastikan makanan siap saji tersalurkan secara merata kepada para pengungsi.


Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Ulil Albab, menyampaikan bahwa dapur umum yang dikelola bersama mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari.


“Dalam sehari bisa sekitar 2.000 porsi. Kita guyub rukun, dari LPBINU, Lazisnu, dan lembaga-lembaga lainnya bergotong royong menyalurkan bantuan dari masyarakat,” ujar Ulil Albab saat ditemui di Posko NU Peduli Bencana Kota Pekalongan di Gedung Aswaja, Senin.


Ia menambahkan, dapur umum tersebut akan terus beroperasi hingga kondisi banjir benar-benar surut dan warga dapat kembali beraktivitas normal.


“Semua yang peduli terlibat. Dapur ini jalan terus sampai banjir benar-benar surut,” katanya.


Apresiasi terhadap kerja para relawan disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau langsung posko pengungsian. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci agar distribusi bantuan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.


“Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga pendistribusian logistik dan makanan tidak dobel-dobel. Itu yang paling utama,” ujar Taj Yasin.


Ia juga mengapresiasi kapasitas dan jaringan relawan yang mampu menjangkau wilayah-wilayah terdampak banjir yang sulit diakses.


“Mereka ternyata juga punya relawan di lapangan, sehingga daerah yang tidak bisa dijangkau kendaraan tetap bisa dijangkau. Kemarin ada 3.000 porsi, hari ini 2.000 porsi,” tuturnya.


Di tengah keterbatasan akibat banjir, kehadiran relawan dengan dapur umum yang terkelola rapi menjadi penopang utama bagi para pengungsi. Kerja kolektif dan solidaritas kemanusiaan tersebut memastikan kebutuhan makan warga terdampak tetap aman dan terpenuhi setiap hari selama masa tanggap darurat.


Selain dukungan relawan, dilansir dari laman Humas Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta. Bantuan tersebut meliputi logistik, paket perlengkapan kebutuhan dasar, makanan dan nonpermakanan, beras sebanyak satu ton, serta obat-obatan.


Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan per Senin, 19 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, banjir berdampak pada 8.692 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat kecamatan. Sementara jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 2.400 jiwa dan tersebar di 24 posko pengungsian. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Venezuela Tekuk Irak 2-0 dalam Laga Uji Coba, Jadi Evaluasi Jelang Piala Dunia 2026
Argentina Tundukkan Islandia 3-0 dalam Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Perkuat Layanan Kesehatan di Daerah
Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja ke Pesisir Barat Lampung
Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
komentar
beritaTerbaru