Selasa, 26 Mei 2026

Dorong Transisi Energi, Pertamina NRE Kembangkan Proyek Energi Bersih Bersama Tiongkok

Senin, 19 Januari 2026 06:10 WIB
Dorong Transisi Energi, Pertamina NRE Kembangkan Proyek Energi Bersih Bersama Tiongkok
CEO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis berjabat tangan dengan Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd Zhi Fei usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pengembangan energi bersih di Kantor GCL Intelligen

Tiongkok (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menunjukkan langkah strategis dalam mendukung transisi energi nasional dengan menandatangani nota kesepahaman bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd, perusahaan global di bidang energi bersih dan terbarukan asal Tiongkok.


Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Rabu di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE John Anis dan Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd, Zhi Fei.


Kerja sama ini membuka peluang pengembangan berbagai proyek energi di Indonesia, antara lain pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy), energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung target penurunan emisi dan penguatan ketahanan energi nasional.


Dilansir dari laman Pertamina, CEO Pertamina NRE John Anis menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia.


“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas serta pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis.


Sementara itu, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd, Zhi Fei, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi bersih di kawasan Asia.


“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, serta PVT,” ungkapnya.


Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL.


Kegiatan ini bertujuan untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek energi bersih.


Pertamina NRE optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi dan pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia.


Langkah ini sekaligus memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.


Senada dengan itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pertamina NRE dalam mengembangkan industri energi baru dan terbarukan di Tanah Air.


“Pertamina mengapresiasi upaya Pertamina NRE dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan melalui kolaborasi dengan mitra global yang berpengalaman. Diharapkan, langkah ini dapat mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 sekaligus mendorong swasembada energi nasional,” jelasnya.


Baron menambahkan, Pertamina melalui Pertamina NRE berkomitmen mempercepat transisi energi di Indonesia dengan menjalin kemitraan strategis bersama pemerintah, industri, mitra bisnis, akademisi, komunitas, dan media.


Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi nasional, Pertamina terus mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).


Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada penguatan tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, serta perlindungan lingkungan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru