Rabu, 08 April 2026

Perusahaan China Investasi Rp160 M untuk Proyek Air Minum di Jateng

Sabtu, 17 Januari 2026 06:10 WIB
Perusahaan China Investasi Rp160 M untuk Proyek Air Minum di Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima audiensi perwakilan PT Foshan Jinke asal China terkait rencana investasi proyek air minum di Kabupaten Boyolali, di Semarang, Kamis (15/1/2026). (Dok/Humas Jateng)

Semarang (buseronline.com) - Perusahaan asal China, PT Foshan Jinke, berencana menanamkan investasi di sektor air minum di Provinsi Jawa Tengah dengan nilai mencapai sekitar Rp160 M. Rencana investasi tersebut akan direalisasikan melalui proyek pengelolaan air minum yang berlokasi di Kabupaten Boyolali.


Rencana investasi itu terungkap saat perwakilan PT Foshan Jinke melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Kamis.


Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa proses perencanaan investasi telah memasuki tahap pematangan. PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) sebelumnya telah melakukan survei terhadap sejumlah sumber mata air di Jawa Tengah. Dari enam lokasi yang ditinjau, Kabupaten Boyolali dinilai paling potensial karena kualitas sumber airnya yang baik serta letaknya yang jauh dari kawasan permukiman.


Dilansir dari laman Humas Jateng, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyambut baik rencana investasi tersebut. Menurutnya, investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


“Pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung investasi ini, selama seluruh prosesnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Yang penting tidak menabrak aturan, aman, dan tidak mengganggu lahan persawahan,” tegas Taj Yasin.


Gus Yasin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama pemilihan lokasi di Boyolali adalah jarak sumber mata air yang relatif jauh dari aktivitas permukiman warga.


“Minimal satu sampai lima kilometer dari sumber mata air tidak ada permukiman. Lokasi di Boyolali ini sudah memenuhi kriteria tersebut,” ujarnya.


Sementara itu, perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh, mengungkapkan bahwa ketertarikan perusahaan berinvestasi di Jawa Tengah didasarkan pada hasil riset mendalam terhadap kualitas sumber mata air di wilayah tersebut.


“Kami sudah melakukan riset dan melihat langsung kondisi di lapangan. Para investor sangat puas dengan kualitas sumber mata air di Jawa Tengah. Airnya sangat bersih dan memenuhi standar yang kami butuhkan,” jelas William.


Ia menyebutkan nilai investasi yang disiapkan PT Foshan Jinke berkisar antara 7 hingga 10 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp160 M. Investasi ini diharapkan dapat memperkuat industri air minum di Jawa Tengah sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.


“Selain mendukung industri air minum, kami berharap investasi ini juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.


Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap rencana investasi ini dapat segera terealisasi dan menjadi salah satu contoh investasi berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045
Peran Desa Diperkuat, Pemerintah Genjot Eliminasi TB
Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional
Nawal Arafah Yasin Ajak Santri Jadi Penggerak Literasi Pesantren
Nawal Yasin Tulis Pesan Inspiratif pada Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu
Bupati Ciamis Ajak Guru Perketat Pengawasan Gawai Pelajar
komentar
beritaTerbaru