Selasa, 26 Mei 2026

Pemprov Jateng Ambil Langkah Konkret Wujudkan Swasembada Pangan 2026

Jumat, 16 Januari 2026 03:20 WIB
Pemprov Jateng Ambil Langkah Konkret Wujudkan Swasembada Pangan 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) menandatangani komitmen bersama pencapaian target ketahanan pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 yang disaksikan bupati/wali kota se-Jateng serta perwakilan instansi vertikal di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu

Surakarta (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk memenuhi target swasembada pangan sekaligus menjadi penopang pangan nasional pada tahun 2026. Sejumlah langkah konkret telah disiapkan dan mulai dijalankan untuk mewujudkan target tersebut.


Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama pencapaian target ketahanan pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, serta instansi vertikal terkait seperti Kodam IV/Diponegoro, Polda Jawa Tengah, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Penandatanganan komitmen berlangsung di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng telah menyusun peta jalan (roadmap) sebagai acuan dalam mewujudkan swasembada pangan pada 2026. Namun, menurutnya, keberhasilan target tersebut tidak bisa dicapai oleh pemerintah provinsi saja, melainkan membutuhkan peran aktif pemerintah kabupaten/kota serta dukungan instansi vertikal.


“Peran bupati dan wali kota sangat penting untuk memastikan luasan lahan pertanian, komoditas unggulan, distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian. Termasuk juga sinergi dengan instansi vertikal seperti Kodam dan Polda,” ujar Luthfi usai penandatanganan komitmen.


Untuk mencapai swasembada pangan 2026, dilansir dari laman Humas Jateng, Pemprov Jateng menargetkan peningkatan signifikan produksi sejumlah komoditas utama. Produksi padi ditargetkan mencapai sekitar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 12,22 persen dibandingkan realisasi tahun 2025. Sementara itu, produksi jagung ditargetkan sebesar 3,7 juta ton atau meningkat 0,17 persen dari tahun sebelumnya, serta produksi tebu ditargetkan mencapai 4,4 juta ton pada 2026.


Sebagai langkah kedua, Pemprov Jateng menetapkan daerah-daerah prioritas intervensi sebagai sentra produksi pangan. Untuk komoditas padi, intervensi benih yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 akan difokuskan di 12 kabupaten, yakni Cilacap, Kebumen, Tegal, Brebes, Pemalang, Demak, Grobogan, Sragen, Sukoharjo, Blora, Rembang, dan Pati.


Sementara itu, daerah prioritas produksi jagung juga akan mendapatkan intervensi dari APBD 2026 dengan total luas lahan sekitar 3.200 hektare yang tersebar di delapan kabupaten, meliputi Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Karanganyar, Kendal, Pemalang, dan Rembang.


Untuk komoditas tebu, Pemprov Jateng akan melakukan intervensi melalui pengembangan kawasan tebu di Kabupaten Blora sebagai salah satu sentra produksi utama pada 2026.


Langkah ketiga, Jawa Tengah disiapkan menjadi pusat benih dan bibit nasional. Untuk itu, Gubernur Ahmad Luthfi telah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah agar mengoptimalkan 75 balai pertanian dan perkebunan yang tersebar di 35 kabupaten/kota sebagai pusat produksi dan pengembangan benih unggul.


Upaya keempat yang ditekankan adalah pengendalian alih fungsi lahan pertanian. Gubernur Ahmad Luthfi secara tegas melarang perubahan lahan pertanian dan lahan hijau menjadi kawasan permukiman. Ia mengingatkan para bupati dan wali kota agar tidak main-main dengan kebijakan tersebut.


“Jangan main-main soal ini. Jika terbukti melanggar, akan saya tindak,” tegas Luthfi saat memberikan arahan, seraya menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).


Selain itu, Pemprov Jateng juga akan menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pengelolaan dan distribusi hasil panen. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah keluarnya hasil panen Jawa Tengah ke daerah lain sebelum kebutuhan pangan masyarakat Jawa Tengah terpenuhi.


“Intinya, kebutuhan pangan Jawa Tengah harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum hasil panen dijual ke luar daerah,” tegasnya.


Tidak hanya sektor pertanian dan perkebunan, upaya swasembada pangan juga diperluas ke sektor peternakan, perikanan, dan kelautan. Pada sektor peternakan, Pemprov Jateng menargetkan produksi susu sebesar 942.497 ton, daging 76.570 ton, dan telur 917.863 ton pada 2026.


Sementara di sektor perikanan dan kelautan, target produksi perikanan tangkap ditetapkan sebesar 354.029 ton, perikanan budidaya 600.000 ton, serta produksi garam sebesar 541.775 ton. Pemprov Jateng juga akan memperkuat sentra garam rakyat di sejumlah daerah, di antaranya Rembang, Pati, Demak, Jepara, Brebes, Cilacap, dan Purworejo.


Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis target swasembada pangan 2026 dapat tercapai dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru