Senin, 06 April 2026

Konsumsi Energi Nataru 2025 Terealisasi, Pertamina Fokus Amankan Pasokan

Agie HT Bukit SH - Sabtu, 03 Januari 2026 09:06 WIB
Konsumsi Energi Nataru 2025 Terealisasi, Pertamina Fokus Amankan Pasokan
Petugas Pertamina menyapa konsumen saat pengisian BBM di SPBU selama pelaksanaan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Dok/Pertamina)

Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) mencatat adanya peningkatan konsumsi energi nasional selama pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 yang berlangsung sejak 13 November hingga 31 Desember 2025. Kenaikan tersebut seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.


Berdasarkan data Pertamina, dilansir dari laman Pertamina, pada periode Nataru 2025/2026 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) ritel mengalami kenaikan dibandingkan rerata konsumsi pada September–Oktober 2025. Konsumsi Gasoline (bensin) tercatat meningkat lebih dari 0,7 persen, Gasoil (solar) naik sekitar 0,6 persen, serta Kerosene (minyak tanah) mengalami peningkatan signifikan lebih dari 9,7 persen.


Peningkatan konsumsi Kerosene terutama terjadi di wilayah yang belum menjalani program konversi minyak tanah ke LPG, seperti sebagian wilayah Kalimantan Timur, Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sejumlah kepulauan terpencil. Di wilayah-wilayah tersebut, aktivitas masyarakat cenderung meningkat selama perayaan Natal.


Selain BBM, konsumsi LPG selama periode Satgas Nataru juga mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen. Peningkatan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas rumah tangga serta sektor usaha kecil selama masa libur panjang.


Di sektor aviasi, konsumsi Avtur tercatat meningkat sebesar 3,9 persen. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang transportasi udara, ditambah dengan kebijakan pemberian diskon tarif penerbangan sebesar 10 persen selama periode Nataru.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Pertamina telah mengantisipasi lonjakan konsumsi energi tersebut melalui penguatan pasokan serta pengawasan distribusi di seluruh wilayah Indonesia.


“Selama periode Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman. Kami menyiagakan seluruh infrastruktur energi dan personel operasional untuk menjamin pasokan BBM, LPG, dan Avtur dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Baron.


Menjelang penutupan tahun 2025, Pertamina terus mengupayakan agar pasokan energi nasional tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar serta aman hingga masa Satgas berakhir pada 11 Januari 2026. Di awal tahun 2026, aktivitas masyarakat diperkirakan masih cukup tinggi seiring berlanjutnya masa libur sekolah serta penerapan kebijakan pola kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA).


“Untuk itu, Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan LPG berada pada level aman, dengan ketahanan stok berkisar antara lebih dari 12 hingga 34 hari, menyesuaikan karakteristik wilayah dan jenis produk,” jelas Baron.


Ia menambahkan, selama pelaksanaan Satgas Nataru kali ini, Pertamina juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah terdampak bencana di sejumlah daerah di Sumatra.


“Di wilayah terdampak bencana, Pertamina tetap mengupayakan agar distribusi BBM dan LPG dapat terus mengalir secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat dan memastikan layanan energi tetap tersedia. Kami berkomitmen melayani masyarakat sepenuh hati,” tegasnya.


Satgas Nataru Pertamina dilaksanakan sejak 13 November 2025 dan akan berlangsung hingga 11 Januari 2026. Keberadaan satgas ini menjadi wujud komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang.


Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta terus mendorong program-program yang berdampak langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).


Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola perusahaan yang baik, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
Kedatangan KRI Bima Suci di Belawan, Rico Waas Promosikan Potensi Medan ke Dunia
komentar
beritaTerbaru