Selasa, 26 Mei 2026

Capaian On Stream PPC-01 Lampaui Target, PHE Jambi Merang Raih Apresiasi Wamen ESDM

Sabtu, 03 Januari 2026 06:10 WIB
Capaian On Stream PPC-01 Lampaui Target, PHE Jambi Merang Raih Apresiasi Wamen ESDM
Wakil Menteri ESDM Yuliot berfoto bersama jajaran PHE Jambi Merang saat kunjungan kerja di lokasi Sumur PPC-01, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (30/12/2025). (Dok/Pertamina)

Musi Banyuasin (buseronline.com) - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja positif setelah Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran berhasil on stream dan mencatatkan produksi melampaui target.


Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah operasi PHE Jambi Merang, Selasa.


Sumur eksplorasi PPC-01 yang terletak di Struktur Padang Pancuran, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu temuan strategis PHE Jambi Merang.


Setelah memperoleh persetujuan Put on Production (POP) dan Penentuan Status Eksplorasi (PSE) dari SKK Migas pada Maret 2025, sumur tersebut ditargetkan dapat berproduksi awal sebesar 400 barel minyak per hari (BOPD).


Namun demikian, hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi Sumur PPC-01 tercatat mencapai 451,42 BOPD atau melampaui target yang telah ditetapkan. Capaian ini dinilai sebagai kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional.


Dilansir dari laman Pertamina, Wakil Menteri ESDM Yuliot mengapresiasi kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, mulai dari SKK Migas hingga PT Pertamina Hulu Energi sebagai operator.


“Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” ujar Yuliot.


Apresiasi serupa disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sumur PPC-01 menunjukkan efektivitas kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).


“SKK Migas terus mendorong percepatan produksi migas nasional melalui pengawasan intensif dan pendampingan teknis kepada KKKS. Keberhasilan PPC-01 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu menghasilkan tambahan produksi yang nyata,” kata Djoko.


Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi modal penting bagi PHE dalam meningkatkan kinerja produksi migas pada tahun mendatang. PHE, kata dia, menargetkan sejumlah proyek on stream pada 2026 di berbagai wilayah kerja.


“Pada 2026, PHE menargetkan on stream sejumlah proyek di PHM, ONWJ, PHR WK Rokan, hingga Astrea. Kami menjalankan dua strategi utama, yakni eksplorasi di sekitar fasilitas produksi yang sudah ada dan eksplorasi frontier. Sumur PPC-01 ini merupakan contoh keberhasilan eksplorasi yang dekat dengan fasilitas produksi,” jelas Awang.


Dalam kesempatan tersebut, Awang juga menekankan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas hulu migas yang dijalankan PHE.


“Keselamatan harus selalu diutamakan. Setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman,” tegasnya.


Ke depan, Struktur Padang Pancuran diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan lifting minyak nasional. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi serta mewujudkan swasembada energi nasional. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru