Senin, 06 April 2026

Pemprov Jateng Perkenalkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Pemenuhan Kebutuhan Warga

Dirgahayu Ginting - Jumat, 02 Januari 2026 09:06 WIB
Pemprov Jateng Perkenalkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Pemenuhan Kebutuhan Warga
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Pompa Air Tenaga Surya (PATS) usai peresmian di Dukuh Legkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Rabu (31/12/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Demak (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menangani persoalan banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penerapan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) sebagai solusi penanganan rob yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan operasional PATS di Dukuh Legkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Rabu.

Pembangunan fasilitas tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah, dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Trina Mas Agra Indonesia, serta partisipasi masyarakat setempat.

Dilansir dari laman Diskominfo Jateng, Bupati Demak Esti’anah menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemprov Jateng dalam menangani permasalahan rob di wilayahnya.

Menurutnya, penggunaan pompa air tenaga surya menjadi solusi efektif atas kendala biaya operasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM), yang selama ini cukup membebani anggaran daerah.

“Ini menjadi solusi penanganan banjir rob. Alhamdulillah, respons cepat diberikan oleh Bapak Gubernur Ahmad Luthfi dan Bapak Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di wilayah Sayung,” ujar Esti’anah.

Ia berharap, skema penggunaan pompa air tenaga surya tersebut dapat direplikasi di titik-titik rawan rob lainnya di Kabupaten Demak maupun wilayah pesisir Jawa Tengah.

Dengan demikian, penanganan rob dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan demi melindungi masyarakat pesisir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menjelaskan bahwa PATS dirancang sebagai solusi hemat energi dan biaya dalam penanganan rob dan banjir di Sayung.

“Pokoknya sangat efisien. Karena siang hari semua operasional menggunakan solar cell. Kalau malam baru menggunakan listrik. Ini jauh lebih murah biayanya,” kata Henggar.

Menurutnya, dengan sistem tersebut, pemerintah hanya perlu menyiapkan biaya listrik tanpa lagi dibebani pengeluaran untuk BBM. Namun demikian, perhitungan efisiensi biaya secara detail masih memerlukan waktu operasional minimal satu bulan.

“Paling kita hanya menyiapkan biaya listrik saja. Perkiraannya sekitar Rp1,5 juta per bulan, tapi ini masih estimasi karena pompa belum beroperasi sebulan penuh. Nanti akan kami evaluasi di akhir Januari 2026,” ujarnya.

Henggar menambahkan, PATS Sayung menggunakan dua unit pompa hybrid yang dapat beroperasi dengan tenaga surya maupun listrik dari jaringan PLN.

Kedua pompa tersebut memiliki kapasitas total 2×125 liter per detik dan didukung panel surya berdaya 66 kiloWatt peak (kWp). Fasilitas ini juga dilengkapi rumah pompa serta empat unit kamera pengawas (CCTV).

Secara keseluruhan, sistem PATS didukung oleh 74 unit panel surya dengan kapasitas masing-masing 720 Watt peak (Wp). Pada kondisi cuaca cerah, seluruh operasional pompa memanfaatkan energi matahari.

Sementara saat intensitas cahaya menurun atau pada malam hari, sistem secara otomatis beralih menggunakan listrik PLN dengan daya terpasang 66 kVA.

“Jadi bisa menggunakan solar panel dan bisa juga menggunakan listrik. Sistemnya otomatis, ketika daya dari solar cell habis langsung beralih ke listrik, tanpa perlu pengoperasian manual,” jelas Henggar.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pompa berbasis energi terbarukan tersebut merupakan yang pertama di Jawa Tengah dan disiapkan sebagai solusi konkret untuk mengatasi banjir rob serta genangan air yang selama ini menghantui warga pesisir.

“Kalau hanya pompa, itu solusi pertama. Ke depan kita harus menyiapkan alternatif lain, seperti kolam retensi dan embung, agar penanganan rob bisa lebih komprehensif,” tegas Ahmad Luthfi.

Dengan diresmikannya PATS Sayung, Pemprov Jawa Tengah berharap upaya pengendalian banjir rob di wilayah pesisir Demak dapat berjalan lebih optimal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
Kedatangan KRI Bima Suci di Belawan, Rico Waas Promosikan Potensi Medan ke Dunia
komentar
beritaTerbaru