Rabu, 27 Mei 2026

Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan

Minggu, 21 Desember 2025 03:16 WIB
Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan pers terkait kinerja APBN dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga kuat dan berkesinambungan di tengah dinamika global. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTA yang digelar di Jakarta, Kamis.

Menkeu menjelaskan bahwa kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus, meskipun laju ekspor dan impor mulai melambat seiring meredanya efek front loading. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan periode Januari hingga November 2025 mencapai USD38,7 M, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD29,2 M.

“Neraca perdagangan kumulatif itu naik sebesar 32,3 persen. Net impact dari perkembangan global ke kita justru membaik. Jadi kondisi global masih mendukung dan menopang pemulihan serta pertumbuhan ekonomi kita yang ke depan akan semakin cepat,” ujar Menkeu.

Dari sisi ekspor, kinerja kumulatif Januari hingga November 2025 tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh komoditas bernilai tambah dan sektor industri manufaktur, seperti logam dasar, crude palm oil (CPO), kimia dasar, serta semikonduktor. Sementara itu, impor juga mencatatkan pertumbuhan yang sehat, didorong oleh meningkatnya kebutuhan barang modal, khususnya peralatan komunikasi dan komputer.

“Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas investasi masih berjalan dan prospek pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” kata Purbaya.

Menkeu juga memaparkan perkembangan inflasi yang masih terkendali. Hingga November 2025, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,72 persen, masih berada dalam sasaran inflasi pemerintah, yakni 2,5 persen ± 1 persen. Inflasi inti menunjukkan pergerakan yang stabil dan menguat, mencerminkan permintaan domestik yang tetap tumbuh. Sementara itu, inflasi administered price relatif rendah, didukung kebijakan energi nasional yang akomodatif.

Pemerintah, lanjut Menkeu, tetap mewaspadai potensi inflasi volatile food, terutama akibat musim hujan dan risiko bencana alam. Upaya pengendalian dilakukan melalui penguatan peran Bulog serta sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Di sisi lain, indikator konsumsi dan mobilitas masyarakat menunjukkan tren yang positif. Penjualan ritel dan kendaraan bermotor masih tumbuh, penjualan bahan bakar minyak (BBM) konsisten ekspansif, serta konsumsi listrik relatif stabil dengan peningkatan pada sektor bisnis.

“Masyarakat sudah mulai pulih daya belinya dan belanja meningkat dibandingkan sebelumnya. Ini menunjukkan ekonomi kita mulai masuk fase ekspansi yang lebih cepat ke depannya,” ungkap Menkeu.

Menkeu juga menyoroti ketahanan sektor riil global yang tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur global yang hingga November 2025 masih berada di zona ekspansi. Sejumlah negara emerging market, termasuk Indonesia, mencatatkan kinerja manufaktur yang solid. PMI manufaktur Indonesia pada November 2025 berada di level 53,3, didukung peningkatan permintaan domestik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, serta Ramadan dan Idulfitri pada kuartal I 2026.

“PMI kita naik ke level yang cukup tinggi, bahkan tertinggi sepanjang tahun ini. Artinya, produsen melihat permintaan yang meningkat sehingga mereka menaikkan rencana produksinya,” jelas Purbaya.

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong kinerja berbagai sektor ekonomi melalui percepatan belanja negara dan optimalisasi penerimaan guna menjaga ruang fiskal yang sehat dan responsif.

APBN akan tetap dikelola sebagai instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, sekaligus memastikan program-program prioritas berjalan efektif serta perlindungan masyarakat tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru