Selasa, 26 Mei 2026

Ahmad Luthfi Kunjungi Pasar Karangayu, Pastikan Ketersediaan Stok dan Stabilitas Harga

Selasa, 09 Desember 2025 11:09 WIB
Ahmad Luthfi Kunjungi Pasar Karangayu, Pastikan Ketersediaan Stok dan Stabilitas Harga
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Senin (8/12/2025), untuk memastikan stok pangan aman dan harga tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru. (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Senin.

Dalam peninjauan tersebut, Luthfi memastikan bahwa stok pangan di Jawa Tengah aman hingga delapan bulan ke depan, meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

“Memang ada lonjakan harga, tapi belum terlalu signifikan, di antaranya cabai dan bawang merah. Kenaikan harga ini akan kita intervensi melalui JTAB (PT Jateng Agro Berdikari). BUMD kita akan melakukan penetrasi, agar menjelang Natal dan Tahun Baru kondisi harga tetap terjangkau,” ujar Gubernur Luthfi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp58.000–Rp80.000 per kilogram. Bawang merah juga meningkat menjadi Rp55.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp47.000 per kilogram. Selain itu, harga daging ayam naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Meski begitu, Gubernur Luthfi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok pangan, khususnya beras, tercatat aman berdasarkan laporan Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Yang paling pokok, kebutuhan bahan pokok khususnya beras, tercukupi selama delapan bulan ke depan,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menjelaskan bahwa pihaknya mulai melakukan stabilisasi harga melalui penugasan kepada BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB). Intervensi dilakukan terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan.

“Intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk cabai rawit akan dilakukan dengan suplai sebanyak 9 ton untuk wilayah pantauan inflasi, dengan harga jual Rp70.000/kg,” kata Dyah.

Selain stabilisasi cabai, pemerintah juga memberikan subsidi untuk sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan bawang merah. Subsidi ditargetkan kepada masyarakat di wilayah nonsentra produksi serta daerah dengan akses pangan terbatas.

Pada periode 2–15 Desember 2025, subsidi disalurkan ke 39 kecamatan di 19 kabupaten. Rinciannya sebagai berikut:

Beras: 195 ton (harga Rp11.000/kg)

Gula pasir: 39 ton (harga Rp15.000/kg)

Minyak goreng: 39.000 liter (harga Rp14.000/liter)

Telur ayam: 19,5 ton (harga Rp25.000/kg)

Bawang merah: 9,75 ton (harga Rp30.000/kg)

Melalui langkah-langkah stabilisasi harga dan pemastian ketersediaan pangan, Pemprov Jawa Tengah berharap masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman tanpa beban lonjakan harga. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru